Formad Lingkari Bersama Tropenbos Indonesia dan Stakeholder Lakukan Penanaman Pohon Secara Massal

0
610

Foto saat kegiatan penanaman pohon di KM 21 Desa Sungai Pelang. (
LINTASKAPUAS I KETAPANG,- Forum Masyarakat Antar Desa Lingkungan Lestari (Formad Lingkari) bersama Tropenbos Indonesia dan Stakeholder melakukan penanaman pohon secara massal di KM 21, Jalan Pelang Batu – Tajam, Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Selasa (19/07/2022) pagi.

Kegiatan ini sekaligus memberikan motifasi kepada masyarakat agar tetap menjaga dan merawat serta melestarikan hutan desa sebagai penyumbang oksigen di muka bumi ini pada khususnya di Kabupaten Ketapang

Saat dikonfirmasi, Kades Sungai Pelang yang juga sebagai Ketua Formad Lingkari, Suandi, terkait kegiatan tersebut menjelaskan bahwa Penanaman pohon secara massal ini guna menjaga kelestarian lingkungan demi terciptanya udara bersih bebas dari kebakaran hutan dan lahan.

“Kegiatan ini sebagai gerakan peduli lingkungan dan kawasan lahan gambut serta pantai supaya hijau dan lestari untuk mendukung desa sehat dan bebas asap demi terciptanya udara bersih bebas dari kebakaran hutan dan lahan,” ujar Suandi

Suandi menjelaskan, bahwa kegiatan penanaman pohon ini pihaknya menggandeng NGO Tropenbos Indonesia dan bersama Stakeholder lainya, diakui Suandi, bahwa kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan di Desa Sungai Pelang saja, namun akan juga dilakukan di 3 Desa lainnya yang tergabung dalam Formad Lingkari.

“Hari ini kita mulai melakukan penanaman di Desa Sungai Pelang. Namun selanjutnya kita akan jadwalkan juga di 3 desa yang tergabung di Formad Lingakari, yakni Desa Sungai Besar, Desa Sungai Bakau dan Desa Pematang Gadung,” jelasnya.

Selain itu, Suandi juga mengimbau, mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian hutan.

“Mari kita bersama- sama menjaga kelestarian hutan kita agar tetap hijau, dengan cara menanam pepohonan yang hijau, namun sebaliknya jika tidak mampu menanam setidaknya jangan merusak hutan atau lingkungan seperti melakukan pembabatan hutan dan pembakaran hutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Perwakilan NGO Tropenbos Indonesia Wilayah Ketapang, Hendra, mengatakan bahwa untuk di Kecamatan Matan Hilir Selatan pihaknya
mengampanyekan dengan pergerakan menanam pohon di empat desa lahan gambut.

“Terima Kasih kepada Pak Salikin, selaku Plt Camat MHS, yang sudah menyambut baik atas terselenggara kegiatan penanaman di lahan bekas peti hutan desa ini, apalagi didukung oleh semua pihak dalam menyiapkan penanaman ini. Perlu kiranya pemerintah kecamatan, desa dan kabupaten terus menggalakan penananmaan lahan kritis,” tuturnya.

Lanjutnya, dalam kegiatan ini pihak wakil Bappeda juga menyampaikan apresiasinya dan menyatakan bahwa program ini sangat penting agar terus dapat dilakukan karena penanaman ini juga perlu pemeliharaan supaya tumbuh dilokasi lahan bekas peti di hutan desa.

Hendra menjelaskan, bahwa Kegiatan ini bersamaan dengan Penanaman Pohon Serentak Tahun 2022 untuk Kalimantan Barat Teduh, Hijau, dan Lestari Dalam Rangka Pemulihan Hutan dan Lahan Sebagai Upaya Mendukung Folu Net Sink 2030.

“Jadi sebagai Tahap awal kita mulai tanggal 19 Juli 2022 dengan lokasi kegiatan di dua Desa yakni Desa Pelang dan Desa Sungai Besar. Kegiatan penanaman ini akan dilakukan secara bertahap dari bulan Juli – Desember 2022,” paparnya.

Hendra berharap, kedepan kegiatan ini dapat menjadi dorongan restorasi lahan gambut dengan tujuan program dalam membangun model pengelolaan lahan gambut secara terpadu melalui penguatan masyarakat dengan sekolah lapang agroforestri, kelembagaan forum antar desa, pembasahan lahan gambut, pemanfaatan serta perlindungan dan rehabilitasi hutan desa di lahan gambut.

“Menindak lanjuti berbagai masukan dan saran dalam melakukan pencegahan karhutlabun dilahan gambut, bersama para pihak, Salah satunya bersama KPH Selatan dimana sudah melakukan pembangunan sarana dan prasarana persemaian, yang dirangkaikan dengan pembuatan bibit, pemeliharaan bibit, serta akan melakukan pembagian bibit yang telah siap untuk dibagi ke seluruh sekolah, masyarakat Kabupaten Ketapang yang akan menanam bibit pohon dan buah,” ungkapnya.

Hendra menambahkan, selain pembasahan gambut untuk mencegah karhutlabun, penanaman pohon juga sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem gambut dan lingkunganya untuk melindungi kemampuan gambut terhadap dampak negatif yang muncul akibat suatu kegiatan pembukaan lahan.

“Upaya ini dilakukan agar kekayaan gambut dan lingkungan hidup dapat berlanjut selama mungkin sehingga kekayaan tersebut juga dapat dinikmati oleh generasi- generasi yang akan datang,” harapnya.

“jadi melalui program “Kecamatan dan Desa Menanam” ini kita berharap dapat terlaksananya rehabilitasi lahan semak belukar,” tukasnya. (Ags)