
LINTASKAPUAS I KETAPANG – Gara-gara tak mengindahkan Himbauan Pemerintah sebanyak 39 (Tiga Puluh Sembilan) Orang Warga Ketapang yang terdiri dari Muda Mudi yang didominasi oleh para Pelajar diangkut Tim Razia Gabungan Darurat Covid-19 yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polres Ketapang, Kodim 1203/Ktp dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).Sabtu, (11/04) Malam.

Ke-39 orang tersebut diangkut karena masih kedapatan berkumpul dan nongkrong disejumlah lokasi di Kota Ketapang. Dari pantauan, sempat terjadi Insiden kejar-kejaran antara petugas dengan Warga yang kedapatan nongkrong di Warung Kopi dan Billiard.
Kabag Ops Polres Ketapang, AKP Meidiyanto mengatakan dalam kegiatan penertiban ini pihaknya berhasil mengamankan 39 orang dari beberapa lokasi di Kota Ketapang.
“39 Orang diamankan di tempat Billiard, sisanya di Warkop,” katanya, Sabtu (11/4) Malam.
Meidiyanto mengaku saat ini pihaknya masih melakukan tindakan Persuasif dan telah mendata sebanyak 39 Warga yang mayoritas berstatus pelajar.
“Penertiban ini merupakan kegiatan kedua kali, kemarin sudah kita amankan 7 orang, mereka semua sudah kita data dan jika kedapatan masih melakukan hal yang sama, maka akan kita berikan sanksi tindak Pidana Ringan (Tipiring) sebagai efek jera,” tegasnya.
Sedangkan untuk tempat Billiard yang menjadi lokasi paling banyak diamankannya warga, Kabag Ops mengaku telah memberikan peringatan untuk sementara waktu tidak membuka tempat usaha tersebut dan jika masih buka maka akan diberikan sanksi tegas.
Sementara itu, Kasatpol PP Ketapang, Muslimin mengaku kalau saat ini pihaknya bersama Tim Gabungan sudah dalam tahap penindakan dengan melakukan penertiban dan pendataan terhadap masyarakat yang masih berkumpul di Warung Kopi maupun ditempat-tempat nongkrong lainnya.
“Kita selama satu bulan terakhir terus melakukan himbauan, sekarang kita langsung lakukan penertiban,” tegasnya.
Muslimin mengaku, dari hasil penertiban yang dilakukan pada Sabtu (11/04) Malam, pihaknya berhasil menjaring 39 warga yang mayoritas adalah pelajar. 39 warga telah didata dan langsung dilakukan pengecekan suhu badan guna mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan.
“Dari puluhan warga, ada 3 Orang setelah diperiksa suhu badannya 37 koma sekian, jadi kami langsung panggil petugas kesehatan yang berada di Posko Covid-19 untuk melakukan pemeriksaan,” akunya.
Muslimin meminta agar masyarakat dapat mematuhi Himbauan Pemerintah Daerah ditengah persoalan Covid-19 saat ini.
“Masyarakat jangan takut dengan kami karena akan dirazia, tapi takutlah sama penyakit ini bagaimana dampak penyakit, baik terhadap diri sendiri, keluarga maupun orang lain,” Pungkasnya. (Afy)










