HUT Ke 73, TNI Tegaskan Netralitas dalam Pemilu

0
1165
Upacara Peringatan HUT ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Makorem 121/Abw, Jumat (5/10).

SINTANG- Kapala Staf Korem (Kasrem) 121/Abw Kolonel Inf Achmad Solihin memimpin Upacara Peringatan HUT ke-73 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Makorem 121/Abw, Jumat (5/10).

Turut hadir dalam upacara tersebut, Syarifuin Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan mewakili Bupati Sintang, Kepala RRI Sintang, Kapolres Sintang AKBP Sudarmin, Wakil Ketua DPRD Sintang Terry Ibrahim, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Sintang, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sintang, para Veteran, Para Kasi Korem 121/Abw, Ibu wakil Ketua Persit Koorcab Rem 121 PD XII/Tpr beserta pengurus serta para Komandan/ Kabalak sejajaran Korem 121/Abw.

Pada Upacara HUT TNI ini, bertindak sebagai Komandan upacara Pasilat Ops Korem 121/Abw Kapten Inf Reymon Sitanggang, adapun pengucap Sapta Marga Perwira pertama Lettu Cku Ervin jabatan Paurku Korem 121/Abw.

Dalam amanat Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP, yang di sampaikan oleh Kepala Staf Korem 121/Abw disampaikan bahwa HUT TNI ke-73 mengambil tema professionalisme TNI untuk rakyat. Maknanya TNI selalu ditingkatkan professionalismenya melalui berbagai pendidikan, latihan, pensenjataan, alutsista serta dipenuhi kesejahteraanya oleh Negara, adalah semata-mata untuk rakyat Indonesia.

Dalam tugas selain perang, TNI ikut terlibat dalam mengamankan Pemilu. TNI berkomitmen untuk menjaga netralitas dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Kesuksesan pengamanan Pilkada 2017 dan 2018 menjadi batu pijakan dalam pengamanan Pileg dan Pilpres tahun 2019. Salah satu kuncinya adalah tekat TNI untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjadi benteng bagi keutuhan NKRI.

Waspada Perang Digital

Dikesempatan itu, Panglima TNI juga mengingatkan tentang perang yang tidak lagi terbatas teritorial. Sekarang, perang telah masuk ke berbagai dimensi. Seperti perang ekonomi, perang dagang, perang hukum, perang siber, perang opini bahkan perang mata uang.

“Era perang kinetik bergeser ke arah perang digital, non letal tapi tetap menimbulkan dampak yang sangat merugikan kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ucapnya.

“Konsep-konsep inipun mengaburkan filosofi perang konvensional, selain menghadirikan dimensi-dimensi ruang palagan baru, juga menggeser dimensi waktu. Karena perang-perang tersebut terjadi dimasa damai,” katanya.