Julong Group Indonesia Bersertifikasi ISPO untuk Ekonomi Sintang

0
98

 

Penulis : Konsultan Komunikasi PT. Julong Group Indonesia, Pathan Sembiring

LINTASKAPUAS | SINTANG – Pada bulan Maret 2011, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian meluncurkan Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil – ISPO). ISPO bertujuan untuk memastikan diterapkannya peraturan perundang – undangan terkait perkebunan kelapa sawit sehingga dapat diproduksi sustainable palm oil dan mendukung komitmen Presiden Republik Indonesia untuk mengurangi gas rumah kaca.

Persyaratan ISPO disusun oleh pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan kelapa sawit berdasarkan peraturan perundangan yang berkaitan dengan pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Semua peraturan yang terdapat di dalam ISPO disarikan dari peraturan yang berlaku dan terkait (lebih dari 200 peraturan) dengan tujuan memproduksi minyak sawit berkelanjutan.

Selain itu sertifikasi ISPO juga bertujuan untuk memastikan dan meningkatkan pengelolaan serta pengembangan perkebunan kelapa sawit sesuai prinsip dan kriteria ISPO. Tujuan meningkatkan keberterimaan dan daya saing hasil perkebunan kelapa sawit Indonesia di pasar nasional dan internasional juga menjadi agenda ISPO.

Hal terkait dengan peningkatan upaya percepatan penurunan emisi gas rumah kaca (GHE) juga menjadi tujuan dari sertifikasi ISPO.

Sertifikasi ISPO bersifat berkelanjutan, jika ada hal yang kurang sempurna akan diperbaiki terus menerus. Setelah mendapatkan sertifikasi ISPO, perusahaan perkebunan tetap diawasi 1 tahun sekali oleh lembaga sertifikasi yang terdaftar di Kementerian Pertanian dan telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Paling tidak terdapat 7 prinsip dalam sertifikasi ISPO. Yaitu mengenai legalitas usaha perkebunan, manajemen perkebunan, perlindungan terhadap lingkungan, ketenagakerjaan dan K3, tanggung jawab sosial/CSR, transparansi, dan peningkatan yang berkelanjutan.

ISPO juga mempersyaratkan kajian analisis dampak lingkungan (AMDAL) yang mana analisa dampak sosial di dalam ISPO diakomodir dalam AMDAL dimana komponen yang dimuat di dalam AMDAL mewajibkan penilaian dan pengelolaan aspek perlindungan lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat.

Menurut Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, saat ini ada sekitar 75 perusahaan yang sudah tersertifikasi ISPO yang beroperasi wilayah Kalbar sendiri. Julong Group Indonesia area Sintang yang memiliki 3 perusahaan yaitu PT WPP, PT GMU, dan PT AGS juga telah mendapatkan sertifikasi ISPO yang didapat pada tahun 2019, 2020, dan 2021 masing-masing.

Julong Group Indonesia area Sintang akan terus meningkatkan kualitas dan penerapan agronomi yang profesional sesuai dengan kaidah-kaidah regulasi yang berlaku. Dengan menerapkan prinsip-prinsip yang tertuang dalam ISPO, tentu akan memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat Sintang pada umumnya.

Julong Group Indonesia area Sintang juga terbuka untuk bekerja sama dengan multi-stakeholder guna menjamin terlaksananya 7 prinsip ISPO, khususnya di Kabupaten Sintang.