Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Ketapang,: Rumah Adat Akan Menjadi Salah Satu Ikon Ketapang

0
113
Foto Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Ketapang, Yulianus, saat ditemui awak media di ruang kerjanya. (Foto Net)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Ketapang berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan rumah-rumah adat yang belum 100% pembangunannya. Satu diantaranya pembangunan rumah adat melayu yang sudah mulai dikerjakan pada tahun 2019 lalu.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ketapang, Yulianus mengatakan pembangunan rumah adat selain menjadi wadah tempat kebudayaan juga sebagai upaya untuk terus melestarikan kebudayaan yang ada di Ketapang.

“Selain fokus pada pengembangan dunia pariwisata, kami juga terus melanjutkan pembangunan maupun peningkatan terhadap rumah-rumah adat, salah satunya rumah adat melayu yang sudah mulai dibangun secara bertahap sejak tahun 2019 lalu,” ungkapnya Senin (8/3).

Yulianus melanjutkan, pembangunan rumah adat melayu sendiri saat ini masih dalam tahap awal, dimana pada tahun 2019 pembangunan dilakukan mulai dari pembersihan lokasi seluas 28.510 m2, pembuatan jalan meeting sementara sepanjang 336 m2, pengerjaan timbunan mulai dari perataan tanah menggunakan pasir urug sebanyak 537 m3 hingga timbunan tanah urug sebanyak 2.168 m3 dan papan nama proyek.

“Untuk kelima item awal kerjaan itu pagu anggarannya Rp 1,4 Miliar dan semua sudah selesai dilaksanakan,” ungkapnya.

Yulianus menambahkan, pada tahun 2020 pembangunan awal rumah adat melayu kembali dilakukan dengan pagu sebesar Rp 938 juta untuk pekerjaan utama pondasi poer sebanyak 40 titik beserta tiang pancang atau minipike sebanyak 436 batang yang mana ukuran 1 minipile 20×20 dengan panjang 6 meter.

“Di tahun 2021 sudah kami masukkan dalam RKA tapi karena anggaran daerah terbatas dan terbagi dengan pembangunan lain makanya kita tinggal menyesuaikan, yang pasti kami akan terus melanjutkan pembangunan rumah adat yang telah mulai dibangun termasuk rumah adat melayu,” akunya.

Yulianus menjelaskan, ke depan rumah adat melayu tentu akan menjadi salah satu ikon daerah terlebih dengan letaknya yang mudah di akses dan berdekatan dengan sungai pawan sehingga tentunya memiliki nilai tambah tersendiri nantinya.

“Nanti akan dibangun dermaga dilokasi rumah adat melayu ini, jadi semua kita selesaikan secara bertahap karena anggaran yang diperlukan juga lumayan besar hingga 100% jika sesuai DED sekitar Rp 47 Miliar termasuk pembangunan dermaganya,” tuturnya.

Untuk diketahui, terkait penentuan lokasi Yulianus menerangkan dinilai sudah sesuai dengan DED awal dan sudah dikomunikasikan dengan pengurus MABM sebelum pelaksanaan dimulai. (Agsfy/T)