Lakukan Monitoring, Bupati Ajak Masyarakat Bahu Membahu Putus Mata Rantai Covid-19

0
952
Bupati Ketapang, Martin Rantan,SH,.M.Sos saat berkunjung di Posko Pusdal Ops Covid-19  Ketapang (Foto Ist)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Bupati Ketapang sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Ketapang, Martin Rantan melakukan monitoring langsung ke beberapa lokasi penanganan Covid-19 di Ketapang. Pengecekan langsung dilakukan selain untuk memastikan keseriusan penanganan disamping itu juga untuk memberi semangat serta memotivasi para petugas yang telah berjuang dalam menangani Covid-19.

“Hari ini saya melakukan kunjungan dan supervisi baik di Posko Covid-19 di Dinas Kesehatan, ke BPBD dan ke posko relawan tentunya tidak hanya terus melakukan pemantauan. Tetapi yang paling penting saya ingin memberi semangat kepada seluruh aparatur baik sipil dan militer yang telah berjuang dalam rangka menangani pandemi Covid-19 di Ketapang,” ungkapnya, Selasa (21/04).

Martin melanjutkan, saat ini di Ketapang juga telah terdapat pasien positif Covid-19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Dalam Pemantauan (ODP) sehingga Pemerintah Daerah (Pemda) beserta semua pihak terus melakukan penanganan secara konfehensif dan serius.

“Apa yang dilakukan Pemda beserta semua pihak bukan operasi pencitraan, ini adalah penanganan serius yang dilakukan dengan tujuan demi keamanan dan kesehatan masyarakat,” terangnya.

Martin menambahkan, untuk masyarakat yang terindikasi namun tidak mau diisolasi dan memeriksakan kesehatan, dirinya meminta aparat untuk membantu melakukan upaya-upaya untuk isolasi sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran dan untuk kepentingan bersama keamanan dan kesehatan masyarakat.

“Masyarakat kita minta memaklumi berbagai upaya yang dilakukan termasuk razia dan lain sebagainya, selain itu saya meminta masyarakat untuk rela mengisolasi diri setelah mendapat pemeriksaan dari petugas, memeriksakan kesehatan ketika sakit, melaporkan diri ketika baru datang ke Ketapang dan semua itu memerlukan peran serta kerjasama dan keikhlasan serta kejujuran masyarakat,” harapnya.

Martin mengaku, berbagai upaya juga terus dilakukan Pemda melalui pihak-pihak terkait seperti BPBD yang terus melakukan pemetaan, penyemprotan disinfektan, pendistribusian air, pembuatan posko-posko pemantauan di akses masuk Ketapang dan lainnya yang semuanya tak terlepas dari peran aktif dan kerjasama masyarakat.

“Satpol PP juga kita minta terus berkoordinasi dengan TNI Polri dalam melakukan penertiban yang tujuannya untuk menjaga disiplin masyarakat agar tidak berkumpul, terus menggunakan masker karena kita tidak mau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Ketapang, contoh di Italia yang masyarakatnya terus berkumpul dan mengabaikan wabah ini akhirnya banyak korban, makanya ini penting dilakukan dan perlu peran masyarakat,” ajaknya.

Sementara itu, dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Ketapang sekaligus Juru Bicara Posko Covid-19, Rustami mengaku kalau kendala yang akan dihadapi pihaknya dalam penanganan Covid-19 ketika ada masyarakat yang tidak berterus terang kepada petugas medis.

“Jika itu terjadi maka kita kesulitan melakukan tracing, sehingga penting kerjasama masyarakat dalam hal melaporkan diri dan memeriksakan diri ketika sakit serta menyampaikan data riwayat perjalanan ini semua untuk memudahkan mentracing dan melakukan pendataan guna melakukan langkah-langkah yang akan dilakukan,” katanya.

Rustami melanjutkan, sampai saat ini terdapat 12 orang yang hasil rapid testnya reaktif yang mana tiga diantaranya dikarantina dirumah dan sembilan di isolasi di Rumah Singgah eks kantor BSM di Jalan Lingkar Kota.

“Untuk kondisi satu orang pasien positif keadaannya terus membaik dan sehat, namun untuk menyatakan dirinya sembuh harus melalui dua kali uji swab yang hasilnya belum keluar, untuk penanganan di rumah sakit diberikan anti virus, vitamin, makanan bergizi serta disiapkan psikolog juga,” akunya.

Rustami menambahkan, untuk petugas medis yang menjaga di rumah singgah disiapkan tempat untuk menginap dilokasi dan menempatkan ruangan steril untuk petugas medis yang akan meninggalkan rumah singgah.

“Dengan banyaknya bantuan dan suport dari pemerintah dan masyarakat tentu menjadi motivasi buat kami, buat tenaga medis yang akan terus bekerja dan berjuang dalam penanganan persoalan Covid-19 di Ketapang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, Yunifar mengaku pihaknya terus melakukan pemetaan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam hal penanggulangan persoalan Covid-19 di Ketapang.

“Pemetaan zona kami lakukan untuk memudahkan melakukan upaya-upaya dan tindakan, selain itu kami juga menggalangkan bantuan dari berbagai pihak yang kami sampaikan seperti bantuan APD, sarung tangan dan lainnya dari pengusaha Kalbar yang diserahkan ke RSUD Agoesdjam dan Fatima dan semua bantuan kami data dan catat,” terangnya. (Afy)