Maman Abdurahman Resmikan Penyalaan Pertama Program BPBL di Desa Baru

0
461
Foto: Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Maman Abdurahman saat menyalakan meteran listrik Program BPBL di Desa Baru Ketapang. (Foto Ags)

LINTASKAPUAS I KETAPANG,- Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Maman Abdurahman menggelar kegiatan Program Bantuan Pasangan Baru Listrik (BPBL) di Desa Baru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Jum’at (8/12/2023).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Maman Abdurahman didampingi Ketua DPRD Ketapang, M.Febriadi dan Ketua Komisi IV DPRD Ketapang, Achmad Sholeh.

Selain itu, kegiatan peresmian dan penyalaan pertama program pemasangan listrik gratis tersebut juga dihadiri, Perwakilan Kementerian ESDM Kalbar, Bupati Ketapang yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Maryadi Asmuie dan Camat Benua Kayong serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Maman Abdurahman mengatakan, Program BPBL ini merupakan program Aspirasi dari Komisi VII DPR-RI yang bekerja sama dengan Kementerian ESDM Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.

“Program pemasangan Meteran Listrik ini, adalah program aspirasi Kami dari Komisi VII DPR-RI kepada beberapa masyarakat di seluruh Indonesia yang masuk dalam katagori tidak mampu,” ujar Maman.

Selain itu, lanjutnya, Program BPBL ini, juga sebagai bagian dari tindaklanjut implementasi program listrik desa.

“Khusus di Kalimantan Barat ini, karena cukup signifikan pembangunan listrik desa, itu tentunya di kampung kampung, di desa desa, masih ada beberapa masyarakat yang tidak mampu memasang meteran listrik,” ungkapnya.

“Kalau bagi masyarakat yang mampu mereka hanya cukup bayar ke PLN kurang lebih sekitar Rp.2 Juta, tapi bagi masyarakat yang tidak mampu inilah yang kita fasilitasi dengan program pemasangan listrik gratis atau program BPBL sehingga masyarakat kita bisa merasakan sisi sisi keadilan yang mana mereka yang sudah bertahun tahun belum pernah merasakan listrik, jadi dengan program ini mereka merasa terbantu yah, paling minimal dirumahnya ada 4 atau 5 lampu atau setidaknya mereka bisa ngecas HP atau bisa hidupkan TV dan dengar Radio lah,” tuturnya.

“Jadi intinya kita mempermudah, atau meringankan beban masyarakat yang kurang mampu sehingga mereka bisa merasakan listrik dan terangnya hidup di indonesia,” timpalnya.

Maman menegaskan, program pemasangan listik ini gratis dan tidak perlu mengeluarkan biaya pemasangan.

“Gratis dan gratis, jadi ada dua mekanisme, pertama akan dicek dulu apakah masuk dalam data DTKS, yang kedua survei yang dilakukan PLN, jika masyarakat itu belum pernah punya meteran listrik pasti kita bantu,” tukasnya.

(Ags)