
LINTASKAPUAS I KETAPANG – Pernyataan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Ketapang, Dr. Ucup Supriatna, terkait dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 06 Tumbang Titi yang diduga ditilap Kepala Sekolah, Matyani senilai Rp 60 juta sudah dikembalikan semua dibantah oleh orang tua siswa.
Pasalnya hingga kini masih banyak orang tua siswa yang menunggu janji kepala sekolah untuk merealisasikan dana tersebut.
“Bohong itu, pernyataan kadis kami nilai tidak benar, mungkin kadisnya juga dibohongi oleh kepala sekolah,” cetus salah satu orang tua siswa SDN 06 Tumbang Titi, Hidayansyah (40), Kamis (15/1/2026), pagi.
Bantahan tersebut bukan tanpa alasan, buktinya sampai detik ini menurut Hidayansyah masih banyak orang tua siswa yang menunggu janji kepala sekolah.
“Katanya mau mengembalikan tanggal 5 januari 2026 ini, namun faktanya sampai saat ini tidak ada, malah orang tua siswa yang datang disuruh cetak rekening koran yang membuat mereka bingung, dan ini kami nilai kepala sekolah malah mempersulit,” ungkapnya.
“Kalau pernyataan sudah dikembalikan semua, itu kami bantah, namun kalau yang 20 juta itu, sebelumnya ada beberapa orang tua siswa yang sudah menerima, itu saja,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Dr. Ucup Supriatna, pernah mengatakan bahwa Dana PIP siswa yang diduga ditilap Kepala Sekolah, Matyani, senilai 60 juta, sudah dikembalikan semua.
Terkait uang tersebut, semuanya sudah dikembalikan,” jawab Kadis Pendidikan saat dikonfirmasi melalui via chat whatsaap pada Selasa (13/1/2026) pagi.
Sebelumnya SDN 06 Tumbang Titi, Desa Segar Wangi, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang dikisruhkan dengan orang tua siswa atau wali murid yang mempertanyakan Dana PIP yang sudah 4 kali dicairkan namun hanya satu kali dinikmati oleh siswa.
Bukti tersebut terungkap setelah beberapa orang tua siswa yang melakukan penarikan Dana PIP secara tunai melalui buku rekening siswa (Simpel) di salah satu Bank Himbara.
Dimana dari data transaksi di buku rekening sudah ada 4 kali transaksi pencairan dana PIP, namun orang tua siswa baru merasa satu kali mencairkan.
(Ags)










