Ormas dan Tokoh Muslim Komitmen Pelihara Kerukunan 

0
87
FOTO BERSAMA : Pembacaan Deklarasi Komitmen bersama oleh Peserta Silaturahmi Tokoh dan Ormas Muslim Kabupaten Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – Organisasi masyarakat dan tokoh Muslim komitmen pelihara kerukunan dan toleransi umat beragama di Kabupaten Sintang.

Komitmen tersebut tertuang dalam deklarasi bersama yang dibacakan oleh Ketua Komisi A DPRD Sintang, Santosa dalam acara Silaturahmi Tokoh dan Ormas Muslim yang berlangsung di Aula Staima Ma’Arif Sintang, Minggu (17/7/2022).

Silaturahmi Ormas dan Tokoh Muslim Kabupaten Sintang tersebut mengambil tema “Penguatan Nilai-Nilai Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama pada Bingkai Bhineka Tunggal Ika Tahun 2022.”

Silaturahmi tersebut menghadirkan pembicara Komandan Kodim 1205 Sintang, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, Kepala Dinas Kesbangpolinmas Sintang, Kusnidar, MUI Sintang, Mufied dan Ketua Staima Ma’Arif Sintang, Muhammad Faisal.

Inisiator Silaturahmi Tokoh dan Ormas Muslim Kabupaten Sintang, Syahroni mengatakan bahwa latar belakang digelarnya kegiatan tersebut bercermin dari pengalaman masalah sosial yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Sintang.

“Mudah-mudahan dengan diskusi antar ormas yang kita gelar ini bisa meningkatkan jalinan silaturahmi serta memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama di kabupaten Sintang,” ujar Syahroni

Syahroni juga berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan baik pemerintah maupun Stakeholder dengan mengundang seluruh Ormas dan tokoh agama di kabupaten Sintang.

Sementara, Kepala Kesbangpolinmas Sintang, Kusnidar mengapresiasi dengan diselenggarakannya silaturahmi tokoh dan Ormas Muslim karena merupakan garda terdepan dalam menjaga identitas serta menjaga Pancasila.

“Kita mengapresiasi sekali dengan kegiatan seperti ini, karena melalui kegiatan seperti inilah salah satu cara untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Sintang,” ucapnya.

Menurut Kusnidar, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang bersumber pada nilai budaya dan agama yang dimiliki oleh Indonesia sebagai kepribadian atau identitas bangsa sehingga harus dipahami untuk memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

“Yang artinya Pancasila itu lahir dilatarbelakangi dari keberagaman oleh sebab itu mesti kita jaga bersama. Keberagaman itu pasti berbeda-beda yang tidak mungkin menjadikan kita sama, oleh sebab itu maka keberagaman ini kita jadikan sebagai kebutaan bersama secara nasional,” pungkas Kusnidar.

Sementara, salah satu peserta diskusi, Ustadz Mochammad Hedi mengatakan bahwa salah satu upaya penguatan toleransi adalah melalui pendidikan.

“Saya adalah penggiat pendidikan, toleransi perlu diajarkan sejak dini untuk generasi muda agar ke depannya terbentuk generasi-generasi yang toleran.

Generasi muda perlu memiliki role model yang baik yang mengajarkan pentingnya toleransi itu sendiri sehingga ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Sintang merupakan miniaturnya Indonesia, di Kabupaten Sintang sendiri sudah ada Desa Sadar Kerukunan yang di gagas oleh FKUB Kabupaten Sintang, mudah-mudahan ke depannya bisa bertambah lagi,” pungkasnya.