Polemik Tambang Pasir Kuarsa di Pulau Gelam, Komisi IV DPR RI Akan Lakukan Sidak

0
373
Foto Anggota Komisi IV DPR-RI Dapil Kalbar Daniel Johan (Memakai Jaket Biru). (Ist)

LINTASKAPUAS I KETAPANG,- Kawasan konservasi Pulau Gelam, yang terletak di Desa Kendawangan Kiri, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang saat ini terancam. Masuknya perusahaan pertambangan PT Sigma Silica Jayaraya (SSJ) yang akan melakukan penambangan pasir kuarsa mendapat banyak kecamatan dan penolakan karena dinilai berdampak pada kerusakan lingkungan dan biota laut.

Saat dikonfirmasi, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dapil Kalbar, Daniel Johan menegaskan bahwa masuknya perusahaan yang akan mengekplorasi wilayah tersebut tentu bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

Melihat seriusnya ancaman ini, Daniel menegaskan bahwa jika kegiatan penambangan pasir tetap dilakukan, dia akan mengambil hak konstitusionalnya untuk mengadakan sidak Komisi IV DPR RI ke Pulau Gelam.

“Langkah ini diharapkan dapat mengungkapkan kebenaran tentang dugaan pencaplokan izin pertambangan yang dapat mengancam kawasan konservasi berharga ini,” tegasnya kepada wartawan, Senin (19/6/2023).

Daniel yang akrab disapa DJ menjelaskan bahwa sebelum adanya tambang pasir, Pulau Gelam lebih dulu ditetapkan sebagai wilayah konservasi yang mesti dijaga kelestariannya.

“Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 91/KEPMEN-KP/2020, wilayah Pulau Gelam dan sekitarnya telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Jadi tidak boleh lagi ada aktivitas yang merusak lingkungan di Kawasan tersebut,” nilainya.

Kader PKB tersebut juga menerangkan betapa pentingnya ekosistem Pulau Gelam untuk hajat orang banyak bahkan biota yang hidup di dalamnya. Mengingat, laut Pulau Gelam memiliki gugusan terumbu karang yang jadi tempat hidup banyak ikan.

“Jika itu dirusak, tak hanya ikan yang mati warga setempat yang mayoritas adalah nelayan juga ikut terdampak, karena ikan yang mau ditangkap sudah hilang,” tegasnya.

Selain itu, DJ juga mengkhawatirkan dampak lain jika hilangnya Pulau Gelam akibat aktivitas pertambangan pasir. Ia meyakini akan muncul dampak negatif terhadap dugong dan penyu yang memang telah lama bergantung dengan habitat Pulau Gelam.

“Dugong, mamalia laut yang terancam punah, sangat bergantung pada Pulau Gelam sebagai tempat tinggal dan mencari makanan. Sedangkan penyu menggunakan pantai pulau ini sebagai lokasi bertelur,” jelasnya.

(Ags)