Puncak Cap Go Meh 2026, Bupati Alex: Harmoni di Klenteng Tua Pek Kong Jadi Simbol Persatuan Ketapang

0
133

LINTASKAPUAS I ​KETAPANG – Ribuan lampion merah menyala terang menyelimuti pelataran Klenteng Tua Pek Kong di Jalan Merdeka, Ketapang, pada Rabu malam (4/3/2026).

Di bawah pendar cahaya tersebut, Hadir Bupati Ketapang, Alexander Wilyo bersama jajaran Forkopimda dan tokoh lintas agama merayakan puncak perayaan Cap Go Meh 2026 dengan penuh khidmat dan kemeriahan.

​Acara yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, Kepala OPD, serta pemuka masyarakat Tionghoa ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan menjadi pernyataan tegas bahwa Kabupaten Ketapang tetap menjadi “rumah besar” yang aman dan damai bagi seluruh lapisan masyarakat.

Keberagaman Sebagai Fondasi Pembangunan

​Dalam sambutannya di hadapan ribuan warga yang memadati area klenteng, Bupati menekankan bahwa kekuatan utama Ketapang terletak pada harmoni sosialnya. Pembangunan daerah yang progresif mustahil tercapai tanpa adanya gotong royong lintas suku dan agama.

​”Pembangunan Ketapang membutuhkan sinergi kolektif. Keberagaman yang kita saksikan malam ini di Klenteng Tua Pek Kong adalah kekuatan besar, bukan sekat yang memisahkan kita,” ujar Bupati

Momen Langka Toleransi: Cap Go Meh, Ramadan, dan Paskah

​Perayaan tahun ini dinilai sangat istimewa karena berada dalam irisan waktu yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan dan menjelang peringatan Paskah. Fenomena ini dianggap sebagai pesan alam mengenai indahnya hidup berdampingan dalam perbedaan.

Bupati bersama tokoh agama menyampaikan tiga pesan utama kepada masyarakat:

•​Menjaga Kerukunan: Menjadikan nilai toleransi sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

•​Pelestarian Budaya: Memastikan festival seperti Cap Go Meh tetap eksis sebagai aset kekayaan budaya lokal yang membanggakan.

•​Mempererat Persatuan: Terus bersinergi demi mewujudkan Ketapang yang lebih maju dan mandiri.

Sinergi Forkopimda dalam Balutan Tradisi

​Kehadiran lengkap jajaran Forkopimda dan para Kepala OPD menunjukkan komitmen penuh pemerintah dalam mendukung kegiatan budaya yang mempererat tali persaudaraan.

Di tengah riuh atraksi naga dan barongsai yang memukau penonton, terpancar semangat kolektif untuk menjaga stabilitas keamanan daerah.

​Perayaan ditutup dengan harapan agar momentum Cap Go Meh 2026 membawa keberkahan dan kelancaran bagi seluruh masyarakat dalam melangkah menuju masa depan Kabupaten Ketapang yang lebih gemilang.

(Ags)