Resmikan TPA Al-Muttaqin, Bupati Ketapang Bawa Layanan Kesehatan Gratis ke Sungai Melayu Rayak

0
58

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Semangat kebersamaan dan inklusivitas membuncah di Kecamatan Sungai Melayu Rayak saat agenda kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Ketapang berlangsung khidmat. Dalam satu rangkaian acara, peresmian Gedung Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Masjid Jami’ Al-Muttaqin sekaligus momen Halal Bihalal bersama MWCNU menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di akar rumput, Sabtu (04/04/2026).

​Dalam sambutannya yang menggelegar namun menyejukkan, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo menegaskan kembali bahwa kepemimpinan daerah saat ini berdiri di atas semua golongan. Terlebih Komitmen untuk merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku dan agama menjadi poin utama.

​“Saya adalah milik seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang, pemimpin bagi semua suku dan semua agama. Ketapang adalah rumah besar kita bersama, rumah yang harus kita jaga, kita bangun, dan kita majukan secara bersama-sama dalam semangat persatuan dan keadilan,” tegasnya di hadapan masyarakat Desa Sungai Melayu Baru.

Untuk diketahui, ​Peresmian TPA Al-Muttaqin ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan oleh tokoh lintas sektor.

Pembangunan sarana ini disebut sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak dan cinta Al-Qur’an.

​Tak hanya sekadar seremoni, kunjungan ini membawa manfaat instan bagi warga. Kehadiran Kepala Dinas Kesehatan, dr. Feria, beserta tim medis memberikan layanan pengobatan gratis di lokasi acara.

​Hal ini menjadi strategi khusus agar kehadiran pemerintah benar-benar menyentuh aspek paling dasar masyarakat, yakni kesehatan.

“Ini adalah bentuk pelayanan nyata agar masyarakat merasakan langsung manfaat dari setiap kunjungan kerja yang kami lakukan,” tambah Bupati

​Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran elit dan tokoh berpengaruh, di antaranya:
​Legislator Dapil 4: Thomas Ferlyan, Mochtar, dan Wewen.
​Tokoh Agama: Ketua Tanfidziah PCNU Ketapang, KH Abdullah Al Faqir.
​Birokrasi: Jajaran Asisten Sekda dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
​Unsur Wilayah: Forkopimcam Sungai Melayu Rayak serta pimpinan perusahaan swasta setempat.

Kemudian acara ditutup dengan prosesi mushafahah (bersalam-salaman) yang penuh keakraban, dilanjutkan dengan makan bersama. Momen ini menegaskan bahwa sinergi antara ulama, umara (pemerintah), dan masyarakat adalah kunci utama pembangunan Kabupaten Ketapang yang harmonis dan berkeadilan.

(Ags)