Sebelum Direlokasi, Bandara Rahadi Oesman Akan Dioptimalisasikan Lasarus: Demi Keselamatan Penerbangan

0
36

Foto Lasarus, saat menggelar kegiatan Coffee Morning di Water Park Ketapang. (Foto Ags)
LINTASKAPUAS I KETAPANG,- Ketua Komisi V DPR-RI, Lasarus yang juga sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan Coffee Morning bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan sejumlah anggota Partai PDI Perjuangan yang ada di Ketapang dan Kayong Utara, Jum’at (13/05/2022) di Water Park Ketapang Jalan Agus Salim.

Dalam sambutannya Lasarus menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pertemuan dengan Bupati Ketapang dan Bupati Kayong Utara terkait masalah bandara sudah ada penetapan lokasi yang telah ditetapkan oleh kementerian perhubungan-RI.

“Terkait Bandara Rahadi Oesman, Tadi malam sudah Kita sepakati ya, Kita akan melakukan optimalisasi dulu bandara yang ada sekarang, sembari Kita masih menunggu pembebasan lahan baru itu selesai,” ungkapnya.

Lasarus menjelaskan, bahwa pihak Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan penetapan lokasi terkait bandara Ketapang ini, (Bandara Rahadi Oesman) direlokasi ke lokasi yang baru.

“Kemarin Kita sudah bertemu dengan Bupati Kayong Utara, terkait lahan lokasi bandara yang baru, dari 190 hektar lahan yang akan dibebaskan tinggal kurang lebih 40 hektar lagi lahan yang belum selesai,” jelasnya.

Lanjutnya, tapi lahan 40 hektar ini posisinya agak zig-zag sehingga belum bisa juga Kita anggarkan dalam waktu dekat ini, karena harus dipastikan dulu bandara ini selesai pembebasan lahannya, nanti baru Kita alokasikan anggarannya.

Sementara itu, terkait bandara Rahadi Oesman Lasarus mengatakan akan melakukan pengoptimalan guna keselamatan penerbangan dengan menambah panjang landasan pacu.

“Sementara kondisi bandara Ketapang ini Off Cycle nya (Diluar Siklus) ada di dua kepala Runway (Landasan Pacu), akhirnya tadi malam disepakati dengan Bupati Ketapang yang ke arah klinik itu sepertinya yang nanti akan dibebaskan oleh pemda, sehingga Runway ini bisa diperpanjang kurang lebih 250 meter,” terangnya.

“Nah, Kalau sudah 250 meter dipanjangkan kesana (Arah Klinik) diharapkan bisa menghindari Hotel Aston itu, agar pada saat pesawat turun bisa menghindari Hotel Aston secara maksimal sehingga bisa menjamin keselamatan penerbangan di bandara sini,” timpalnya.

Lanjutnya lagi, namun terkait pembebasan lahannya sendiri tetap pemda, namun untuk infrastruktur tetap dari pemerintah pusat melalui APBN dan untuk terkait pelaksanaannya tahun ini sebenarnya sudah bisa mulai, namun karena belum dibebaskan pastinya di tahun 2023 semua tergantung pemerintah daerah kapan selesai pembebasannya.

Terkait Jalan, Lasarus meminta fraksinya untuk segera mengajukan pada saat rapat anggaran di provinsi.

“Terkait jalan pasti, saya sudah pesan sama fraksi untuk dibahas didalam rapat-rapat anggaran di provinsi bahwa terkait jalan ini harus segera diperbaiki karena itu satu-satunya ibu kota kabupaten (Kayong Utara) yang akses jalannya masih sangat-sangat tidak layak,” tukasnya. (Ags)