Sekda Sintang Buka Kegiatan Penyusunan Tapak Interkoneksi Kawasan Hutan Negara di Sintang

0
74
Kick off meeting Penyusunan Desain Tapak Interkoneksi Kawasan Hutan Negara dan APL Berhutan Pada Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam, Hutan Lindung (HL) Bukit Luit, Hl Bukit Rentap (Kelutap) di Kabupaten Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah, menghadiri sekaligus membuka pelaksanaan kegiatan kick off meeting Penyusunan Desain Tapak Interkoneksi Kawasan Hutan Negara dan APL Berhutan Pada Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam, Hutan Lindung (HL) Bukit Luit, Hl Bukit Rentap (Kelutap) di Kabupaten Sintang, yang dilaksanakan di Aula Serantung Waterpark, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, pada Kamis, 7 April 2022.

Dalam sambutannya, Yosepha Hasnah mengatakan bahwa sektor pariwisata sangat potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Sintang. Salah satunya adalah kawasan Bukit Kelam, Bukit Luit dan Bukit Rentap, yang dikenal dengan kawasan Kelutap, “Kawasan Kelutap memiliki berbagai potensi, baik potensi sumber daya alam dan potensi sosial budaya kemasyarakatan. Bukit Kelam telah lama terkenal sebagai ikon pariwisata Kabupaten Sintang. Bukit Kelam memiliki formasi bukit batuan monolit terbesar dan tertinggi di dunia telah menarik minat banyak wisatawan,” kata Yosepha.

Selain Bukit Kelam, lanjut Sekda bahwa Sintang juga punya gugusan bukit lain yang juga tidak kalah menarik.
“Terdapat Bukit Rentap dan Bukit Luit yang berlokasi tidak jauh dari Bukit Kelam yang juga menyimpan potensi sumber daya alam. Di samping potensi alam, masyarakat yang tersebar di sekitar kawasan tersebut juga memiliki keunikan budayanya sendiri,” sambungnya.

Masih kata Sekda bahwa saat ini pengembangan objek wisata dihadapkan dengan berbagai tantangan di Kabupaten Sintang, “Tantangan tersebut seperti terbatasnya kewenangan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten, hal lain yang turut mempengaruhi pengembangan objek wisata di maksud adalah belum terkoneksinya para pihak, program dan potensi yang kita miliki untuk bisa dipromosikan dan dipasarkan sebagai satu paket wisata yang menarik dan menguntungkan semua pihak,” ujarnya.

“Dengan demikian, menghadapi tantangan tersebut, kita harus optimis dengan menyusun perencanaan yang matang dan terpadu terkait potensi dan kepentingan pihak terkait, untuk menghindari para pihak yang berkegiatan dalam sektor pariwisata berjalan dengan programnya masing-masing,” ucap Sekda.

Sekda Sintang memberikan apresiasi terhadap langkah penyusunan tapak pengembangan ekowisata di sekitar kawasan Kelutap ini dan harus dikembangkan secara bersama-sama ke depannya, “Perencanaan tapak merupakan kegiatan menata suatu kawasan sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya, penyusunan desain tapak akan berguna dalam meminimalisir kerusakan lingkungan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi pengguna tapak tersebut, kami menyadari bahwa selain Pemerintah Kabupaten Sintang, terdapat instansi lain yang juga sama berkepentingannya terhadap kawasan Kelutap. Di antaranya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Oleh karena itu, kegiatan penyusunan desain tapak kawasan Kelutap ini akan menjadi sebuah percontohan bagaimana kolaborasi berbagai pihak yang berkepentingan di kawasan tersebut dapat kita satukan,” terang Sekda.

Sekda Sintang berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat di Kabupaten Sintang, khususnya bagi masyarakat yang berdomisili di sekitar kawasan Kelutap, “Pada akhirnya, Pemerintah Kabupaten Sintang berharap visi Pemerintah Kabupaten Sintang sebagai kabupaten yang mengusung pembangunan lestari, dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan lingkungan hidup yang tetap terjaga,” harap Sekda.