Selisih 1 Suara, Pilkades Desa Topan Nanga Minta Kotak Suara di Bongkar

0
45
Ketua Komisi A DPRD Sintang, Santosa

LINTASKAPUAS | SINTANG – Pelaksanaan pemilihan kepala Desa Topan Nanga, Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Sintang yang hanya terpaut selisih satu suara, calon yang kalah meminta Panitia membongkar kotak suara karena ada surat suara yang belum terhitung.

“Pilkades serentak di Kabupaten Sintang, sudah berjalan dan aman dan lancar, hanya ada satu desa yang berpotensi berpolemik karena selisih kemenangan hanya terpaut satu suara, ” ungkap Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang, Santosa saat ditemui sejumlah wartawan usai menghadiri Sidang Paripurna program pembentukan Raperda Kabupaten Sintang tahun 2022 kemrin.

Santosa mengatakan kemenangan salah satu Calon Kades dengan selisih satu sara tersebut membuat calon yang kalah tidak terima karena diduga ada surat suara yang belum terhitung.
“Satu diantara calon kepala desa (Cakades) di DesaTopan Nanga yang kalah dengan selisih satu suara dari calon kades yang menang, mengklaim ada suara yang memang belum terhitung dan Cakades yang kalah tesebut mengklaim bahwa itu adalah surat suaranya, ” ucap Santosa.

Berdasarkan Informasi yang diterima Politisi Muda PKB ini ,ada surat suara yang DPT-nya kurang 1. Akan tetapi surat suaranya full.
“Nah, salah satu calon yang kalah mengklaim bahwa surat suara dialah yang belum terhitung itu, bahkan calon yang kalah ini minta panitia pilkades tingkat desa dan kecamatan agar kotak suara dibongkar. Tapi kita juga belum tahu selanjutnya seperti apa, karena sejauh ini kita belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari camat dan panitia pilkades tingkat desa tersebut,”pungkas Santosa, wakil rakyat asal DaerahPemilihan (Dapil) Kecamatan Kayan Hilir-Kecamatan Kayan Hulu ini.

Meski demikian, Santosa berharap Polemik Pilkades yang terjadi di Desa Topan Nanga Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Sintang bisa diselesaikan secara Arif dan bijaksana pada tingkat desa.

“Kita harap persoalan ini dapat
diselesaikan ditingkat desa. Jika pun tidak,maka dapat diselesaikan ditingkat kecamatan. dan kita berharap semua pihak
disana tetap dapat menjaga kondusifitas wilayah, ” pungkas Santosa.

Sementara, Camat Kayan Hulu, Yudius mengatakan bahwa terkait polemik yang terjadi pada pilkades di Desa Topan Nanga akan diserahkan penyelesaian sepenuhnya langsung kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa(DPMPD) Kabupaten Sintang.

“Terkait dengan kasus Pilkades Desa Topan Nanga akan langsung kita serahkan kepada DPMPD, karena batas terakhir hanya sampai 30 Oktober, tidak mungkin kita bisa menyelesaikan dalam waktu singkat tersebut. makanya kita serahkan langsung kepada pihak DPMPD untuk memutuskannya sesuai dengan aturan yang berlaku, “pungkas Yudius saat dihubungi Via WhatsAppnya.

Sebagaimana diketahui bahwa ada 72 Desa dari 14 Kecamatan se Kabupaten Sintang yang akan menggelar Pilkades Serentak pada tanggal 18 Oktober 2022 dengan DPT 53. 859 pemilih, 242 TPS dan 246 calon kades. diantaranya:
1. Kecamatan Sungai Tebelian diikuti 7 desa, jumlah DPT 6. 682 pemilih, 25 TPS dan 17 calon kades.
2. Kecamatan Tempunak ada 7 desa, DPT 4. 959 pemilih, 21 TPS, dan 25 orang calon kades.
3. Kecamatan Sepauk akan diikuti 9 desa, DPT 8.939 pemilih, 33 TPS dan 33 calon kades.
4. Kecamatan Serawai diikuti 8 desa, DPT 3.487 pemilih, 24 TPS dan 24 calon kades
5. Kecamatan Dedai diikuti 7 desa, DPT 3. 840 pemilih, 21 TPS dan 21 calon kades
6. Kecamatan Ketungau Hilir diikuti 8 desa, DPT 5.814 pemilih, 30 TPS dan 30 calon kades.
7. Kecamatan Sintang diikuti 1 desa, DPT 423 pemilih, 3 TPS dan 3 calon kades
8. Kecamatan Ketungau Tengah diikuti 3 desa, DPT 4. 132 pemilih, 11 TPS dan 19 calon kades.
9. Kecamatan Kayan Hilir diikuti 2 desa, DPT ada 719 pemilih, 8 TPS dan 8 calon kades
10. Kecamatan Kayan Hulu diikuti 8 desa, DPT ada 4. 342 pemilih, 24 TPS dan 24 calon kades
11. Kecamatan Ambalau diikuti 4 desa, DPT ada 1. 748 pemilih, 14 TPS dan 14 calon kades
12. Kecamatan Kelam Permai diikuti 1 desa, DPT 1.089 pemilih, TPS ada 5 dan 5 calon kades
13. Kecamatan Binjai Hulu diikuti 3 desa, DPT ada 2. 404 pemilih, 9 TPS dan 9 calon kades
14. Kecamatan Ketungau Hulu diikuti 4 desa, DPT ada 3. 288 pemilih, 14 TPS dan 14 calon kades.