
LINTASKAPUAS.COM,SINTANG-“Video..video..video…Kalau Jokowi kalah, kita tidak berani tembak. Potong jari kalau Jokowi kalah. Tetap menang,”.
Inilah video viral berisi pernyataan Bupati Sintang Jarot Winarno yang akhir-akhir ini mengundang perdebatan banyak warganet. Video berdurasi 9 detik ini menjadi viral karena banyak dibagikan warga dimedia sosial maupun WhatsApp group.
Ketika dikonfirmasi Jumat petang (5/10) usai menghadiri acara Lokakarya Perencanaan Skenario Menuju Kabupaten Sintang Lestari di Aula CU Keling Kumang, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa yang dimaksud merupakan video lama.
“Kan begini. Pertama, you lihatlah, saya kan pakai kaos Manchester United dengan tulisan SHARP tu. Jadi itu pasti video lama lah,” ucap Jarot.
“Videonya di Pontianak, bukan di Sintang. Videonya saat awal Piala Dunia sebelum final Liga Champion,” katanya.
Kedua, kata Jarot, ketika berkumpul di warung kopi biasanya memberikan prediksi terhadap berbagai hal. “Contohnya siapa juara dunia, kalau tadak Perancis, haaa…” kata Jarot sambil melakukan gestur potong leher.
“Siapa Juara Liga Champion? Real Madrid, kujamin pasti menang. Siapa Presiden? Kalau dilihat survei, saat itu belum diketahui figur yang akan maju. Pak Jokowi pasti maju, lawannya siapa kan kita tidak tahu. Makanya, saya bilang potong tangan, tetap Pak Jokowi menang,” urai Jarot.
“Lagipula, waktu itu hasil dari berbagai lembaga survei Pak Jokowi unggul. Figur lain hasil surveinya hanya 7, 3 atau 2 persen, Pak Jokowi 40-an persen,” bebernya.
Jadi, sambung Jarot, saat video dibuat belum dipastikan siapa figur yang akan maju sebagai Capres. “Siapa yang maju (Capres/Cawapres-red) belum tahu. Waktu itu, yang kita bahas Pak Jokowi lawan AHY (Agus Harimuti Yudhoyono). Saat itu, ada isu Demokrat mau memajukan AHY sebagai Capres,” kata Jarot.
Menganai siapa yang menyebarkan video tersebut, kata Jarot, mungkin salah satu temannya yang merekam pembicaraannya saat itu. “Pasti dia merekamnya tidak utuh dan menyebarkannya tidak utuh pula. Dia tidak ngomongin soal saya pegang Perancis. Jagoan kita Perancis jadi juara dunia lho. Itu tidak disebarin. Sebarin dong sama-sama. Biar adil, biar fair,” katanya.
Ketika ditanya jika hasil Pilpres ternyata hasilnya berbeda, Jarot bilang, “ooo, ndak ada masalah. Begitulah, hidup yang tidak dipertaruhkan adalah hidup yang tidak bisa dimenangkan,” kata Jarot.
Dikesempatan itu, Jarot menegaskan bahwa setiap individu berhak punya pilihan yang berbeda. Masyarakat tentu punya pilihan masing-masing. “Perbedaan dalam pilihan itu merupakan suatu keniscayaan. Saya paham soal pro kontra soal video itu, mungkin itu soal perbedaan dalam pilihan,” katanya.
“Saya kan tidak ditegur Partai. Karena partai Nasdem dukung Jokowi. Sejak awal, Partai Nasdem sudah mendeklerasikan dukung Jokowi Capres. Makanya saat itu ditanya, kalau lawan ini gimana? Kemudian Munculah prediksi-prediksi itu,” pungkasnya.










