Syair Gulung Ketapang Pecahkan Rekor MURI, Budaya Daerah Tembus Panggung Nasional

0
28

LINTASKAPUAS I ​KETAPANG – Kabupaten Ketapang kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pelestarian budaya. Mengusung semangat “Mencintai Negeri Melalui Syair”, tradisi sastra khas Melayu Tanah Kayong ini berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Syair Gulung Terpanjang.

​Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah pesatnya perkembangan zaman, masyarakat Kabupaten Ketapang tetap teguh menjaga akar budaya dan jati diri daerahnya.

​Perolehan Rekor MURI tersebut menjadi puncak kemeriahan Festival Syair Gulung Tanah Kayong yang resmi ditutup oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo.

Bupati menilai Festival ini bukan sekadar acara seremonial atau perlombaan budaya biasa, melainkan bentuk nyata sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghidupkan warisan leluhur.

​“Syair Gulung bukan hanya rangkaian kata-kata indah, tetapi juga menyimpan pesan moral, sejarah, nasihat kehidupan, serta nilai persatuan yang diwariskan turun-temurun dalam budaya Melayu,” ujar Bupati Ketapang dalam sambutannya.

​Bupati juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat atas dedikasi mereka terhadap kelestarian budaya lokal.

​“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana, budayawan, para seniman, generasi muda, serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menjaga dan menghidupkan budaya Melayu Tanah Kayong. Prestasi ini bukan hanya milik panitia, tetapi kebanggaan seluruh masyarakat Ketapang,” ungkapnya.

​Di sisi lain, panitia pelaksana dari Perkumpulan Lawang Kekayun NMTK turut menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dan perhatian Pemkab Ketapang.

Pihaknya berharap sinergi ini akan terus terjalin erat demi kelestarian budaya daerah di masa depan.
​Sebagai informasi, pelaksanaan festival ini sukses terlaksana berkat dukungan dari Program INDONESIANA yang merupakan sebuah program pendanaan dari Kementerian Kebudayaan yang bersumber dari Dana Abadi Kebudayaan—serta kontribusi dari para sahabat budaya, anggota PLK NMTK, dan para sponsor.

​Keberhasilan festival budaya berskala besar ini ditopang oleh empat pilar kekuatan utama, antara lain.
•​Pengakuan Tingkat Nasional (Rekor MURI) yakni Keberhasilan menciptakan syair gulung terpanjang menempatkan tradisi lokal Ketapang di panggung nasional sekaligus menjadi kebanggaan daerah.
•​Penguatan Identitas dan Nilai Moral Di tengah gempuran era digital, syair gulung hadir sebagai media pengingat pentingnya menjaga sopan santun, kebersamaan, dan kecintaan pada budaya sendiri.
•​Regenerasi Lintas Generasi. Festival ini melibatkan budayawan senior hingga kalangan pelajar dan generasi muda. Keterlibatan ini menjadi langkah strategis agar tradisi tidak punah ditelan zaman.
•​Penggerak Ekonomi dan Pariwisata. Event ini diproyeksikan menjadi agenda budaya tahunan nasional yang mampu menghidupkan sektor ekonomi kreatif dan menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Ketapang.

​Antusiasme luar biasa dari masyarakat yang memadati lokasi acara menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya daerah masih tumbuh subur di Tanah Kayong.

​Berakhirnya festival ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari semangat baru untuk terus memperkenalkan sastra Melayu Ketapang kepada dunia.

Estafet harapan kini berada di tangan generasi muda untuk terus menggaungkan syair-syair penuh makna, menjaga warisan leluhur, serta merawat rasa cinta tanah air melalui jalur kebudayaan.

(Ags)