
LINTASKAPUAS.COM,SINTANG-Ketua Komisi A DPRD Sintang Syahroni mengatakan, sebagai anggota dewan pihaknya punya kewajiban untuk menghadiri musrenbang. Makanya dirinya menghadiri musrenbang desa.
Ia mengharapkan melalui Musrenbang ada evaluasi pembangunan desa. Selain itu yang tak kalah penting adalah tujuan Musrenbang itu sendiri. Ia menegaskan mekanisne musrenbang ada mekanismenya. “Usulan pembangunan harus ada skala prioritas dan jelas detailnya,” tegasnya.
“Usulan juga harus selektif agar dampak pembangunan dirasakan masyarakat banyak. Jangan sampai usulan pembangunan salah sejak awal, dampaknya tidak bisa diakomodir,” harapnya.
Yang paling penting usulan pembangunan jangan sampai tumpang tindih. “Selaraskan APBDes dengan APBD. Supaya tidak ada kesalahan administrasi dan jadi temuan. Kalau ada temuan kita juga yang repot,” katanya.
Sesuai nawacita Presiden membangun desa dari pinggiran, ia meminta minta dana desa dioptimalkan. Ketika dilaksakanan, pengawasan dilakukan bersama. “Perlu peran masyarakat. Baik dalam pengawasan maupun dukungan pembangunan. Mohon jika ada kesalahan, koordinasilah dengan pihak terkait. Terutama pihak aparatur desa,” katanya.
Syahroni mengingatkan masyakat agar hati-hati menggunakan medsos. Jangan sampai semua keluhan apalagi tuduhan yang tidak bertanggungjawab dipublikasikan ke Medsos. “Disitulah pentingnya komunikasi. Kalau ada keluhan sampaikan sesuai mekenisme pada pihak terkait. Itu lebih baik dibanding update status di medsos tanpa tahu yang sebenarnya terjadi,” katanya.
Ia kemudian mengungkapkan bahwa dewan juga punya keterbatasan. Tidak semua usulan dan harapan masyarakat bisa dikabulkan. “Usulan kami tampung dan koordinasikan dengan dinas terkait. Tidak bisa kita memaksa semua usulan pembangunan harus masuk, karena harus menyesuaikan kemampuan anggaran yang dimiliki,” katanya.










