Waspada Rabies, Mainar Puspasari Ajak Masyarakat Vaksin Hewan Peliharaan

0
383
Anggota DPRD Sintang, Mainar Puspa Sari

LINTASKAPUAS | SINTANG – Sebagai langkah antisipasi penyebaran Virus Rabies, di Kabupaten Sintang, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk segera memvaksin hewan Peliharaannya agar terhindar penularannya kepada manusia.
“Kita mengajak seluruh masyarakat agar dengan suka rela memvaksin hewan peliharaannya, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Rabies melalui gigitan hewan peliharaan kepada manusia “ungkap Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Mainar Puspasari kepada sejumlah wartawan kemarin.

Politisi Muda Partai Demokrat ini menceritakan bahwa dirinya pernah memiliki tetangga yang memelihara hewan peliharaan, saat hewan peliharaan tetangganya itu mengigit orang lain dan tertular virus rabies, namun pemilik hewan peliharaan tidak mau tanggung jawab. kondisi tersebut kerap terjadi dimasyarakat.

“Oleh sebab itu, dibutuhkan kesadaran masing-masing warga yang memiliki hewan peliharaan untuk segera memberikan Vaksin khususnya anjing peliharaan yang dibiarkan bebas berkeliaran dilingkungan ,” tuturnya.

Wakil Rakyat Dapil Sintang ini juga jika masyarakat yang memiliki hewan peliharaan dan belum pernah di Vaksin, agar tidak melepaskannya bebas berkeliaran di lingkungan masyarakat.
“Kita berharap kepada warga yang memiliki hewan peliharaan terutama Anjing yang belum divaksin untuk mengkandangkan-nya, jangan dibiarkan bebas berkeliaran agar tidak ada warga yang menjadi korban penularan virus Rabies melalui gigitan binatang tersebut, “harapnya

Ia juga berharap, semoga dengan imbaun yang sering dilakukan instansi terkait membuat para pemelihara hewan di Kabupaten Sintang ini mnejadi sadar demi keselamatan orang lain. Dinas terkait juga saya harapkan tak henti-hentinya terus gencar menyosialisasikan bahaya penyakit rabies ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengatakan, bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin hewan peliharaan masih rendah, padahal vaksin hewan merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah gigitan hewan penularan rabies.

“Kesadaran untuk vaksin hewan masih kurang sekali. Banyak sekali saya lihat anjing-anjing yang berkeliaran di Sintang belum divaksin rabies. Ini dibuktikan dengan belum adanya tanda di lehernya,” ujar Sinto.

Hewan yang belum diberi tanda divaksin dan berkeliaran tersebut, bukan hanya anjing-anjing liar, tapi juga anjing peliharaan. “Ada kita temukan anjing peliharaan bebas berkeliaran tanpa kalung. Artinya itu belum divaksin rabies,” terangnya.

Sinto mengakui, bahwa untuk mendorong masyarakat mau membawa hewan peliharaannya agar divaksin secara suka rela memang tidaklah mudah. “Memang agak susah, harus ada aturan yang mengaturnya,” pungkasnya.