TNGP Berduka Cita, Kepergian Rizki Menyisakan Isak Tangis, Rekan Kerja Sebut Sosok Rizki Pribadi Yang Periang

0
738
Tampak karangan bunga dari rekan kerja, tanda berduka cita atas kepergian Riski beserta keluarga tersusun dihalaman Kantor Balai TNGP. (Foto Agsfy)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Tragedi jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta – Pontianak di Kepulauan Seribu menyisakan duka yang mendalam bagi seluruh keluarga korban yang ditinggalkan tak terkecuali Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) di Ketapang yang mana telah merasa kehilangan sosok Rizki Wahyudi yang merupakan salah satu korban dari Insiden SJ-182 pada Sabtu (9/1/2021) lalu.

Rizki Wahyudi merupakan salah Satu Staf Pengendali Ekosistem Hutan di
Taman Nasional Gunung Palung. Dimata rekan kerjanya Rizki Wahyudi dikenal dengan sosok yang baik, ulet, ramah, serta periang.

Kepala Seksi TNGP wilayah Sukadana.
Bambang Hari Trimaesito mengucapkan belasungkawa dan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian salah satu pegawai stafnya (Rizki Wahyudi) beserta keluarganya yang menjadi korban Inseden Sriwijaya SJ-182.

“Kami TNGP turut berbelasungkawa dan berduka cita yang sedalam-dalam atas Insiden Sriwijaya SJ-182 terkhusus rekan kerja kami Rizki Wahyudi beserta Keluarganya, semoga mendapat keajaiban dari Allah,” ucapanya Senin (11-1/2021).

Tak hanya merasakan duka cita, kepergian Rizki yang dikenal sebagai pribadi yang baik di kesehariannya waktu bekerja juga membuat TNGP sangat merasa kehilangan.

“Kami memang sangat merasa kehilangan ya, karena beliau memang salah satu andalan di kantor kita, selain itu beliau juga dikenal sebagai pribadi yang baik, rajin, ulet, ramah serta periang dan suka bercanda,” tuturnya.

Selain itu Bambang menjelaskan, Riski Wahyudi mengambil cuti untuk menjemput keluarganya yang berada di Sumatra Selatan untuk dibawa tinggal menetap ke Kabupaten Ketapang Kalbar.

“Beliau ambil cuti untuk menjemput keluarganya, yang akan di bawa tinggal di sini dari sumatra selatan, beliau, istri dan anaknya yang baru lahir, ibunya, dan satu orang keponakannya semuanya dikabarkan berada dalam pesawat itu,” jelasnya.

Bambang juga menginformasikan, bahwa pihak taman nasional masih terus berharap adanya keajaiban atas keselamatan seluruh korban, dan mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dalam pengajian di masjid perumahan Palem Vista, di dekat rumah korban di kota Ketapang.

“Memang kita terus berharap akan keajaiban, kita terus berdoa yang terbaik untuk keselamatan seluruh korban, namun juga kita berserah kepada tuhan dengan mengadakan pengajian malam ini di masjid perumahan palem vista, itu di komplek perumahan beliau, rumah itu saat ini kosong, kalau kawan-kawan media berkenan hadir ya silahkan, kita sama-sama berdoa untuk mereka,” ajaknya.

Sementara itu Sindarti Liani, yang merupakan salah satu rekan kerja Rizki tak mampu menahan air mata, saat menjelaskan rasa kehilangan yang menimpa rekan kerjanya itu, dimana diakui Sindarti bahwa mereka kerap mengisi konten berita terkait kegiatan taman nasional. Namun saat ini Ia harus menulis konten artikel Rizki yang menjadi korban dalam musibah yang dirasakannya sangat tragis.

“Untuk Mas Rizki saya memang belum begitu lama kenal karena saya baru, namun beliau begitu mengayomi seperti abang kandung, beliau selalu memberikan masukan dalam setiap pekerjaan, karena memang kita sehari-hari satu ruangan dalam mengelola web Tanagupa dan Media Sosial TNGP, dulu kita agak susah nyari konten, namun hari ini saya harus membuat konten berita terkait beliau, rasanya gak kuat,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sindarti berharap agar seluruh keluarga yang di tinggalkan dapat kuat dan terus memanjatkan doa, untuk terus meminta kepada tuhan agar di berikan mukjizat.

“Untuk seluruh keluarga saya berharap agar mereka kuat, tabah, dan selalu mengharapkan keajaiban itu ada,” harapnya.

Sementara itu Probo Susanto yang merupakan teman dekat Rizki mengatakan, Rizki adalah Anak Tunggal yang dibesarkan oleh Ibunya setelah Ayahnya meninggal, dan sangat berharap dapat membahagiakan sang Ibunya, serta dapat berkumpul bersama keluarga.

“Rizki Wahyudi ini memang rekan saya di kantor, teman dekat dan juga tetangga di rumah, jadi dia itu pernah bercerita, bahwa ia pernah jadi juara bujang dayang di pangkal pinang, dan pernah menjadi mahasiswa lulusan terbaik di fakultas Mipa Universitas Sriwijaya, jadi sosoknya memang luar biasa, orangnya pintar, dalam kerjaan sangat cepat, jadi andalan banget di kantor,” katanya.

Probo terkenang, sebelum keberangkatan pesawat sempat berkomunikasi dengan Rizki untuk menanyakan kepulangannya, dan memang rizki berencana membawa anak istri beserta ibunya, serta satu keponakannya yang memang rencananya mau di sekolahkan di ketapang, dan Rizki memang sudah mencarikan sekolahan tersebut sebelum berangkat menjemput keluarganya.

“Sambil bercanda, karna kita seangkatan dan joke’snya satu frekwensi, saya sempat nanya pada jum’at sore sebelum beliau berangkat, “kapan balik ki?”, dan dia bilang “paling lama hari minggu udah di ketapang mas, nungguin hasil swab keluar”, makanya saya gak percaya saat mendengar informasi kecelakaan pesawat yang di tumpangi rizki, jadi saya mengontak keluarganya rizki lewat instagram untuk memastikan, dan ternyata memang benar,” ceritanya.

Probo menambahkan, bahwa rizki kerap bercerita akan beban hidupnya yang cukup berat untuk menghidupi keluarga, namun tetap bersikeras untuk dapat membahagiakan keluarga, dan bermimpi dapat membawa seluruh keluarga ke kota ketapang, dan berkumpul bersama.

“yaaa beban hidupnya rizki ini berat ya, dia sering cerita, dan dia memang ingin mengangkat harkat dan martabat keluarganya, membahagiakan ibunya, dan salah satu keinginan beliau yang dari kemarin sering di ceritakan, bahwa beliau ingin membawa keluarga agar dapat selalu bersama,” ungkapanya

“Ya kita liat sekarang ya memang beliau mendapatkan harapan itu, untuk berkumpul bersama keluarga, meski di tempat lain, saya berdoa yang terbaik lah untuk rekan terhebat saya itu beserta keluarga, kami sayang dengan beliau, damailah di alam sana brother,” timbalnya sambil menahan air mata.

Untuk diketahui, Bahwa Pihak TNGP hingga saat Ini telah melakukan pendampingan kepada Pihak Keluarga yang ditinggalkan, untuk mengurus segala keperluan yang dibutuhkan dalam proses identifikasi di Jakarta.

Selain itu sejumlah Karangan Bunga tampak terpasang di Halaman Kantor Balai Taman Nasional Gunung Palung Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat Senin Siang, sebagai bentuk ucapan duka cita , guna mengantar kepergian Rizki Wahyudi bersama Keluarga, yang menjadi salah satu korban dalam musibah kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Sabtu lalu. (Agsfy)