
LINTASKAPUAS I KETAPANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang Achmad Sholeh berharap kepada Pimpinan Bulog Provinsi Kalbar agar tidak tutup mata soal kasus dugaan tindak pidana korupsi pendistribusian beras dan penyalahgunaan wewenang oleh Mantan Kepala Bulog Ketapang yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan di Kejari Ketapang.
Menurutnya, Bulog Provinsi dapat membantu memberikan informasi maupun data ke penyidik agar kasus ini terang dan memiliki kepastian hukum.
“Seharusnya pihak Bulog Provinsi lebih proaktif untuk membuka sejelas jelas nya permasalahan tersebut. Jangan malah terkesan mempersulit memberikan informasi,” ujar Sholeh, Senin (20/11/203).
Selain itu, Sholeh meminta Mantan Kepala Bulog Ketapang yang sudah diperiksa kejaksaan diminta pro aktif dan berani memberikan kejelasan. Sehingga kasus yang sudah ditangani sejak bulan Juni 2023 lalu ini tidak berlarut-larut.
“Kalau memang dalam pendistribusian beras subsidi tersebut benar, kenapa harus takut disampaikan. Ini terkesan menutupi permasalahan tersebut, sehingga kasus ini terlihat liar di permukaan,” tukasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi berkali kali melalui via chat dan telpon whatsaap, Pimwil bulog kalbar, Dedi, dan mantan Kepala Bulog Ketapang, Meidi tidak merespon dan terkesan bungkam.
(Ags)










