Antisipasi Karhutla, BPBD Minta Perusahaan Sawit Siapkan Sarpras

0
171

LINTAS KAPUAS | SINTANG – Guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di kabupaten sintang, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten sintang meminta perusahaan sawit untuk mempersiapkan sarana dan prasarana (sarpras) pemadam kebakaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sintang, Abdul Syufriadi mengatakan peran serta perusahaan sawit dalam mengantisipasi dan waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan sangat besar.

“Karena sering terjadi kebakaran hutan dan lahan di sekitar kawasan perusahan sawit, sehingga perusahaan juga perlu waspada dengan mempersiapkan sarana dan prasarana guna memadamkan api ketika terjadi karhutla di wilayahnya. Hal itu dilakukan agar jika terjadi karhutla, perusahaan bisa berpartisipasi memadamkan karhutla yang terjadi,” kata abdul syufriadi, Kamis (12/6/2025).

Abdul menjelaskan ketika kondisi cuaca yang tidak menentu, terlebih ketika terjadi kemarau, potensi terjadinya karhutla cukup besar. Untuk itu, peran serta seluruh lapisan masyarakat, perusahaan sawit juga sangat diperlukan.

“Semua pihak harus bekerja sama dalam menanggulangi dan mengantisipasi terjadinya karhutla di kabupaten sintang. Peran serta seluruh pihak sangat penting agar di kabupaten sintang tidak terjadi karhutla nantinya,” ungkapnya.

Abdul menjelaskan sarana dan prasarana yang harus disiapkan perusahaan dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yaitu alat pemadam api, tangki air atau mobil tangki, kaca mata hingga personel yang ditugaskan untuk membantu memadamkan api.

“Itu semua sangat penting, sehingga ketika terjadi karhutla di wilayah perusahaan api bisa langsung di lakukan pemadaman. Karena semuanya sudah dipersiapkan dengan sebaik mungkin sebelum terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” jelas abdul.

Pemkab sintang melalui BPBD terus memantau potensi karhutla di beberapa titik rawan, khususnya yang berdekatan dengan wilayah perkebunan dan hutan produksi. BPBD juga akan berkoordinasi dengan lintas sektor seperti TNI/Polri, Manggala Agni dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Dalam waktu dekat akan ada patroli terpadu dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan. Tapi yang paling penting, pihak perusahaan tidak boleh lepas tangan karena mereka punya tanggung jawab besar,” tutupnya.