
LINTASKAPUAS | SINTANG – Dinas perindustrian, perdagangan, koperasi, usaha kecil dan menengah (Disperindagkopukm) kabupaten sintang memberikan pelatihan peningkatan kompetensi SDM kepada ratusan pengurus koperasi desa/kelurahan merah putih se kabupaten sintang angkatan ke 3, Senin (17/11/2025) di aula credit union keling kumang, sintang.
Plt Kadis perindagkopukm, Subendi mengatakan kegiatan pelatihan itu akan dilakukan secara bertahap dalam 8 tahapan kepada para pangurus koperasi desa/kelurahan merah putih se kabupaten sintang. Sebelumnya sudah dilakukan pelatihan kepada 2 angkatan sebelumnya, yaitu angkatan 1 tanggal 10 hingga 12 november 2025 yang berasal dari kelurahan-kelurahan di kecamatan sintang dan desa-desa di kecamatan sepauk.
“Angkatan ke 2 dilakukan tanggal 13 hingga 15 november 2025 yang berasal dari desa-desa di kecamatan sintang dan kecamatan ambalau. Angkatan ke 3 ini dilakukan tanggal 17 hingga 19 november yang berasal dari desa-desa di kecamatan kelam permai dan kecamatan serawai,” kata Subendi.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan kali ini difokuskan pada penguatan tata kelola, inovasi, serta manajemen bisnis koperasi. “Kami ingin para pengurus tidak hanya memahami aspek kelembagaan koperasi, tapi juga mampu mengembangkan inovasi yang mendukung kemajuan koperasi di desa dan kelurahan mereka,” ujar Subendi.
Selain materi tata kelola dan inovasi, peserta pelatihan juga mendapatkan pembekalan tentang kepemimpinan koperasi, kemitraan, manajemen keuangan, dan model bisnis koperasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat serta ada juga pelatihan mengenai model bisis koperasi desa/kelurahan merah putih dan pembiayaan usaha koperasi.
“Pembelajaran itu akan dilakukan dengan metode tatap muda di dalam kelas oleh pengajar yang memiliki kompetensi dibidang kelembagaan dan manajemen koperasi. Para peserta harus mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar memahami seluruh pengelolaan koperasi desa/kelurahan merah putih kedepannya,” ucap subendi.
Subendi mengharapkan setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan itu, kedepannya tidak ada lagi pengurus koperasi yang tidak memahami pengelolaan koperasi desa/kelurahan merah putih di wilayahnya.(Red)










