Sambangi Hulu Sungai, Bupati Ketapang Tegaskan Komitmen Pembangunan Berkeadilan di Ritual Nyemaru

0
149

LINTASKAPUAS I ​KETAPANG – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., menghadiri tradisi adat Nyemaru atau ritual menyambut padi baru di Dusun Ampon, Desa Krio Hulu, Kecamatan Hulu Sungai, pada Rabu (25/2/2025).

Kehadiran orang nomor satu di Ketapang ini tidak hanya untuk merayakan kearifan lokal, tetapi juga untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman.

Pelestarian Adat dan Harapan Masyarakat

​Tradisi Nyemaru merupakan ungkapan syukur tahunan masyarakat atas hasil panen dan keberkahan alam.

Kepala Desa Krio Hulu, Linus, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Bupati yang merupakan kunjungan perdana pejabat setingkat kepala daerah ke wilayah tersebut.

​Dalam kesempatan itu, Linus menyampaikan sejumlah aspirasi krusial warga, di antaranya:
​Peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, ​Perbaikan fasilitas pendidikan dasar serta
​Akses energi dan komunikasi.

Sementara itu, ​Camat Hulu Sungai, Rapinus Rais, menambahkan bahwa menjaga tradisi Nyemaru sangat penting untuk keberlanjutan budaya dan lingkungan, sembari mengingatkan warga untuk menjaga lahan pertanian agar tetap produktif bagi generasi mendatang.

Pemerataan Pembangunan: Target Listrik 2029

​Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa masa jabatannya adalah amanah besar dari Pilkada 2024 yang akan dijawab dengan kerja nyata. Ia mengusung visi pembangunan berkeadilan untuk memastikan 20 kecamatan dan 253 desa di Ketapang mendapatkan perhatian yang merata.

​”Pembangunan di Ketapang harus dilakukan secara berkeadilan. Dengan luas wilayah yang ada, perhatian pemerintah tidak boleh hanya terpusat di satu titik, tapi harus menyentuh seluruh desa,” tegas Bupati.

Beberapa poin utama komitmen Bupati meliputi:

●Elektrifikasi: Menargetkan seluruh desa di Ketapang teraliri listrik paling lambat tahun 2029 melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.

​●Akses Internet: Memperluas jaringan internet di wilayah “blank spot” melalui Dinas Komunikasi dan Informatika.

●​Infrastruktur Hutan: Untuk pembangunan di kawasan hutan, Pemkab akan berkoordinasi terkait perizinan pusat dan menggandeng TNI melalui program Karya Bakti serta TMMD.

Pelayanan Langsung di Lapangan

​Kunjungan ini tidak hanya bersifat seremonial. Di lokasi acara, Pemerintah Kabupaten Ketapang langsung menghadirkan pelayanan perekaman KTP elektronik bagi masyarakat setempat, dengan dukungan jaringan internet dari Diskominfo.

​Menutup sambutannya, Bupati menegaskan bahwa dirinya adalah pemimpin bagi seluruh warga Ketapang tanpa memandang latar belakang. Ia berjanji akan terus turun ke lapangan untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan tepat sasaran.

​”Kami mohon doa dan dukungan agar amanah ini dapat dijalankan sebaik-baiknya demi Ketapang yang maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.

(Ags)