
“Beda pilihan itu merupakan hal biasa, jangan sampai hanya karena perbedaan pilihan dalam Politik lalu kita terpecah belah. Walaupun kita berbeda tapi kita tetap bersatu, “ungkap Pasaribu saat menggelar Rapat Koordinasi bersama dengan Puluhan Awak Media Sintang yang berlangsung di ruang PPKO Mapolres Sintang, rabu(6/3) kemarin.
Pasaribu mengungkapkan bahwa perbedaan itu sangat indah. Bahkan dirinya mengibaratkan perbedaan itu seperti taman bunga, ditaman tersebut terdapat beraneka ragam warna bunga sehingga membuatnya indah. “inilah makna sebuah perbedaan, coba kita bayangkan jika warna bunga semuanya warna Kuning, apakah itu bisa dikatakan indah, tidak kan, “ucapnya.
Maka dari itu, lanjut Pasaribu. Kita boleh berbeda pilihan dalam menentukkan pilihan politiknya, hanya saja jangan sampai kita bermusuhan. Karena dalam politik ini kita bukan mencari musuh melainkan mencari Pemimpin Negeri ini, “lanjutnya.
Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sintang, agar memberikan hak pilihnya dalam pesta demokrasi Pemilu Serentak pada tanggal 17 April 2019. “saya menghimbau agar jangan sampai Golpu. Karena Golput itu akan merugikan diri sendiri. Dengan ikut memilih maka kita ikut menentukan nasib Indonesia 5 tahun kedepan, “pungkas Pasaribu.










