
LINTASKAPUAS | SINTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang, Santosa menemukan adanya kasus Tuberkulosis (TBC) saat menggelar Reses ke Desa Melingkat kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang, pada selasa 24 Juni 2025.
Santosa menyampaikan bahwa terungkapnya kasus TBC tersebut saat dirinya menggelar Reses untuk menyerap aspirasi dan mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan masyarakat.
“Kasus ini terungkap saat saya menggelar reses ke Desa Melingkat, pada saat itu juga ada warga yang sakit sehingga kita langsung rujuk ke Sintang dan warga yang sakit karena kasus TBC ini sudah 9 orang yang kita rujuk, 4 diantaranya sudah meninggal dunia, ” ungkap Santosa.
Kasus penyebaran penyakit TBC tersebut sudah pernah diinformasikan kepada Dinas Kesehatan kabupaten Sintang. Namun pihak dinas Kesehatan menyatakan bahwa kasus tersebut sudah tuntas.
“Kasus ini dulu sudah kita informasikan, dan pihak dinas kesehatan menyampaikan kalau kasus tersebut sudah tuntas, namun faktanya dilapangan ternyata tidak ada yang tuntas, ” ungkapnya.
Dengan adanya temukan kasus penyebaran Penyakit TBC di desa Melingkat tersebut, Anggota DPRD Sintang ini meminta kepada dinas kesehatan agar segera turun kelapangan untuk melakukan tindakan nyata mengingat kasus tersebut sudah lama berlangsung dan sudah 4 orang yang meninggal dunia.
“Dengan tegas saya meminta kepada dinas kesehatan untuk segera meninjau langsung penyebaran penyakit TBC tersebut, harus langsung melakukan tindakan, gunakan peralatan yang canggih yang dimiliki dinas Kesehatan atas penyebaran penyakit tersebut dan harus bisa memastikan kedepannya Desa Melingkat bebas dari penyebaran penyakit TBC, ” tegasnya Santosa.
Ketua Komisi A DPRD Sintang ini juga meminta kepada pemerintah daerah, untuk meningkatkan upaya deteksi dini penyebaran penyakit TBC tersebut khususnya di wilayah kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang.
“Kita minta agara pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan akses pelayanan kesehatan terutama pengobatannya, selain itu harus mensosialisasikan masyarakat tentang gejala dan penularan serta pengobatan TBC, serta harus bisa rutin melakukan evaluasi terhadap program pemberantasan penyakit TBC di kabupaten Sintang, ” pungkasnya.










