
LINTASKAPUAS | SINTANG Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang tahun 2024 mencatatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp213 miliar pada akhir tahun anggaran.
Terungkap nya SILPA APBD Sintang tahun 2024 tersebut saat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang menggelar Rapat Paripurna penyampaian Raperda tentang Pertanggung jawaban pelaksanaan APBD Sintang tahun 2024 yang berlangsung di ruang Sidang Utama sekretariat DPRD Sintang, pada Senin 21 juli 2025.
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny menjelaskan bahwa SILPA APBD 2024 Lebih kecil dibandingkan dengan SILPA APBD 2023 yakni dari 238 miliar menjadi 213 miliar.
“SILPA APBD 2024 ini merupakan SILPA bersifat positif atau baik karena adanya efisiensi belanja yang telah ditentukan besama-sama dengan DPRD Sintang, kemudian tidak terserap karena ada efisiensi, ” ucap Ronny.
Menurut Ronny, tingginya SILPA tersebut disebabkan oleh beberapa faktor utama, di antaranya adalah belanja pemerintah pusat yang belum bisa digunakan seperti anggaran untuk gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang belum terserap.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa gaji P3K itu yang masuk ke APBD Sintang itu sekitar 60 miliar, dan itu sama sekali belum bisa dibelanjakan karena untuk P3K disintang baru kemarin menerima SK, ” jelasnya.
Selain itu, penyebab SILPA lainnya terjadi karena sistem penutupan buku rumah sakit yang dilakukan setiap akhir Desember sementara pembahasan APBD setiap tahunnya dilaksanakan bulan November sehingga pendapatan dari rumah sakit itu tidak dimasukkan dalam APBD tahun berikutnya sehingga turut memengaruhi akumulasi SILPA ini,” jelas Florensius Ronny.
Florensius Ronny menambahkan, kondisi ini bukan berarti pemerintah daerah tidak serius dalam menyerap anggaran, melainkan adanya dinamika teknis dan administrasi yang memerlukan penyesuaian. Pemerintah Kabupaten Sintang, kata dia, terus berupaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan keuangan daerah agar SILPA di tahun-tahun berikutnya dapat diminimalkan.
Florensius juga menegaskan bahwa dana SILPA ini tidak hilang, melainkan akan masuk sebagai saldo awal pada APBD perubahan berikutnya dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung program prioritas daerah Kabupaten Sintang










