LINTAS KAPUAS | SINTANG – Badan pengelola pendapatan daerah (Bapenda) kabupaten sintang terus berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten sintang dari berbagai sektor. Kepala bapenda kabupaten sintang, Selimin mengatakan saat ini rasio pendapatan asli daerah kabupaten sintang masih terbilang rendah dari apbd kabupaten sintang. Namun kondisi itu akan terus ditingkatkan kedepannya dengan berbagai program yang ada.
“Memang rasio pendapatan asli daerah (PAD) kita terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) masih di bawah 10 persen. Untuk saat ini bapenda berusaha untuk meningkatkan PAD dengan berbagai cara, misalnya di pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) untuk pajak hiburan, pajak restoran dan lain sebagainya,” kata Selimin, Rabu (2/7/2025).
Menurutnya di tahun 2026 mendatang, bapenda kabupaten sintang akan terus memaksimalkan pendapatan asli daerah untuk kabupaten sintang. Salah satunya dengan menaikkan klas tanah yang ada di kabupaten sintang.
“Kita di tahun 2026 nanti akan menaikkan klas tanah, karena selama ini belum pernah di naikkan. Kemudian juga nilai jual objek pajak (NJOP) juga akan ditingkatkan. Karena sampai saat ini di bapenda itu masih ada yang harga tanahnya 350 rupiah permeter dan nanti akan kita sesuaikan di tahun 2026,” ucap selimin.
Selimin menuturkan kenaikan nilai jual objek pajak (NJOP) itu juga akan melihat kemampuan dari masyarakat sebagai wajib pajaknya, apakah memberatkan atau tidak.
“Tingkat kenaikannya juga akan di kaji sedemikian rupa agar tidak memberatkan masyarakat sebagai wajib pajak nantinya. Kami tidak ingin adanya penolakan dari masyarakat ketika kenaikan NJOP itu dilakukan,” ujarnya.
Selimin menjelaskan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah kabupaten sintang, pemerintah juga akan melakukan opsen bagi hasil dari pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor bersama samsat sintang.
“Untuk jenis pajak lain misalnya opsen kita meningkatkan kerjasama dengan samsat atau bapenda provinsi kalbar. Dengan melakukan razia-razia, karena kita juga mendapatkan opsen langsung dari pembagian hasil pajak kendaraan bermotor maupun bea balik nama kendaraan yang dibayarkan,” jelas selimin.










