Bulan Kesehatan Gigi Nasional, Jarot Minta Pelajar Hindari Makan Permen

0
1487
Bupati Sintang Jarot Winarno memperhatikan cara gosok gigi yang sedang dipraktekan anak-anak.

LINTASKAPUAS.COM,SINTANG-Bupati Sintang Jarot Winarno memberikan motivasi kepada 250 pelajar SDN 1 Sintang, SDN 5 Sintang dan SDN 8 Sintang yang mengikuti kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional Tahun 2018 di Halaman SDN 5 Sintang, Sabtu 29 September 2018.

Saat melihat dan menyaksikan aksi gosok gigi para pelajar SD tersebut, seorang dokter yang menjadi Bupati Sintang tersebut langsung menunjukan cara gosok gigi yang baik dan benar sambil berkeliling memperhatikan cara gosok gigi yang sedang dipraktekan anak-anak.

“Saya minta anak-anak kalau habis sarapan harus gosok gigi baru berangkat ke sekolah. Gigi saya juga sudah rusak karena banyak mengkonsumsi gula dan jarang gosok gigi. Maka anak-anak harus rajin gosok gigi dan hindari makan permen. Supaya giginya tetap sehat,” pesan Bupati Sintang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Harysinto Linoh menyampaikan bahwa kita harus melindungi gigi dari bahaya gula. “Kita harus memberikan pemahaman kepada anak-anak akan bahaya gula bagi kesehatan gigi. Kalau memang suka permen, maka habis makan permen harus sikat gigi,” kata Harysinto Linoh dihadapan anak-anak SD.

Bupati Sintang dikerubungi siswa SD saat ingin memberikan hadiah

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Kapuas Raya Ridwan Pane menjelaskan bahwa para dokter gigi yang ada di lima kabupaten sepakat untuk memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional Tahun 2018 secara serentak.

“Aksi gosok gigi dan penyuluhan ini dilaksanakan di seluruh Indonesia. Dalam aksi penyuluhan dan gosok gigi ini kami melibatkan 250 pelajar yang terdiri dari 150 pelajar SDN 5 Sintang, 50 pelajar dari SDN 1 Sintang dan 50 pelajar dari SDN 8 Sintang,” katanya.

Selain aksi gosok gigi dan penyuluhan, PDGI juga menggelar kegiatan pemeriksaan gigi untuk 80 orang anak. Pemeriksaan gigi tersebut didukung Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia. “Jika hasil pemeriksaan ada celah dan gigi yang berlubang, maka kami akan langsung memberikan terapi kepada anak-anak tersebut,” katanya.

“Pada saat penyuluhan, kami memfokuskan pada upaya memberikan pemahaman akan bahaya konsumsi zat gula tersembunyi terhadap kerusakan gigi,” terangnya.