LINTASKAPUAS I KETAPANG – Dalam komitmen memperkuat layanan dasar dan mempercepat pembangunan berkeadilan, Bupati Ketapang, Deklarasikan Open Defecation Free (ODF) dan Launching Pustu/Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Asam Besar, Kecamatan Manis Mata, Rabu (23/07).
Deklarasi ODF ini menjadi tonggak penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan layak, serta merupakan indikator utama dalam pencapaian status Desa Mandiri.
Ketika masyarakat terbebas dari praktik buang air besar sembarangan, itu mencerminkan kesadaran kolektif dan kemajuan dalam pengelolaan sanitasi yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan desa tidak hanya dilihat dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas manusianya.
“Kita bangun bukan hanya fisiknya, tapi juga manusianya. Karena sumber daya manusia yang kuat dan sehat dapat berdaya saing tinggi, dan inilah pondasi menuju desa yang mandiri.” katanya.
Lanjutnya, Program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dilaksanakan melalui Pustu dan Posyandu kini mencakup layanan menyeluruh—mulai dari ibu dan anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
“Ini selaras dengan misi pembangunan Kabupaten Ketapang dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan dasar bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Bupati juga menegaskan bahwa ada korelasi erat antara status ODF dan kemajuan sektor pendidikan di desa.
Menurut Bupati, Lingkungan yang bersih dan sanitasi yang layak, sebagaimana tercermin dalam pencapaian ODF di Desa Asam Besar, mendukung proses belajar yang sehat, nyaman, dan berkualitas bagi anak-anak sekolah.
Ditambah Sanitasi yang baik berarti angka sakit akibat penyakit berbasis lingkungan dapat ditekan, sehingga kehadiran siswa di sekolah meningkat dan mutu pendidikan pun ikut terangkat.
“Ini sejalan dengan misi kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, dimulai dari anak-anak yang sehat dan siap belajar,” tuturnya.
Tak hanya itu, Bupati juga menegaskan kembali bahwa Desa Mandiri memiliki kecenderungan untuk berhasil dalam program ODF, karena adanya kemandirian dalam mengelola sumber daya, partisipasi aktif masyarakat, dan kesadaran kolektif terhadap pentingnya kesehatan lingkungan.
“Kehadiran saya hari ini adalah bentuk dukungan dan penguatan terhadap upaya desa dalam membangun masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan mandiri. Semua langkah ini berjalan seiring dengan visi besar pembangunan kita:
“Pembangunan berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang maju dan mandiri,” pungkasnya.
(Ags)










