
LINTASKAPUAS I KETAPANG – Warga Desa Riam Bunut Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang mengeluhkan kondisi air di aliran Sungai Laur yang keruh seperti kopi susu. Hal ini sudah dirasakan warga sejak satu bulan terakhir.
Bukan tanpa sebab, warga mengatakan keruhnya air di aliran Sungai Laur akibat dampak dari akitivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau Tambang Ilegal.
“Keruhnya air di Sungai Laur ini, sudah Kami rasakan sejak sebulan terakhir,” ungkap Warga Desa Riam Bunut inisial BY melalui video yang di kirim melaui Via Whatsapp kepada wartawan, Senin, (28/7/2025).
Dirinya menjelaskan, keruhnya air di Sungai Laur akibat aktivitas PETI di aliran bantaran sungai tersebut.
“Kami menduga keruhnya air ini akibat adanya aktivitas Penambangan Emas Ilegal di bagian hulu Sungai,” ucapnya.
Untuk itu, dia berharap agar ada penindakan dari pihak yang berwenang untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal tersebut.
“Kami berharap pihak pemerintah dan aparat penegak hukum agar menindak kegiatan penambang emas ilegal di aliran sungai laur ini, agar sungai yang menjadi sumber kehidupan warga tidak tercemar seperti ini lagi,” harapnya.
BY menambahkan, akibat keruhnya air sungai warga mulai mengalami penyakit gatal-gatal dan diare.
“Sudah ada beberapa warga yang terkena penyakit seperti gatal-gatal dan diare akibat mandi di aliran sungai tersebut,” paparnya.
Lanjutnya, tidak ada pilihan lain, karena warga di sini, sungai merupakan sumber kehidupan, untuk mandi, mencuci dan lainnya.
(Ags)










