DPRD Apresiasi Polres Sintang Dalam Upaya Penanganan Konflik Sosial Sejak Dini menjelang Pesta Demokrasi 2024

0
23
Focus Group Discussion (FG) dalam rangka manajemen penanganan konflik sosial secara kolaboratif diwilayah Kabupaten Sintang berlangsung di Balai Kemitraan Polres Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang, Mardiansyah mengapresiasi dengan upaya yang sudah dilakukan Polres Sintang dalam mencegah terjadinya Konflik sosial di Kabupaten Sintang sejak dini melalui Focus Group Discussion (FG) dalam rangka manajemen penanganan konflik sosial secara kolaboratif diwilayah Kabupaten Sintang

“Kita sangat mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan Polres Sintang untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap pencegahan terjadinya Konflik sosial di masyakarat menjelang pesta demokrasi yang akan berlangsung tahun 2024, “ucap Mardiansyah saat ditemui lintaskapuas.com diruang Kerjanya, Kamis (24/11/2022)

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Sintang ini mengatakan bahwa ada tiga tahap yang dilakukan dalam penanganan konflik sosial diantaranya yang pertama, pencegahan Konflik, kedua penghentian konflik dan terakhir Pemulihan Pasca Konflik.

 

“Tahap pertama yakni pencegahan Konflik sosial ini sudah dilakukan Polres Sintang dengan memberikan edukasi kepada seluruh stakeholder yang hadir dalam diskusi tersebut mulai dari bagaimana upaya memelihara kondisi damai dalam masyarakat, mengembangkan penyelesaian perselisihan dengan damai serta bagaimana meredam agar tidak sampai terjadi Konflik ” ucapnya

 

Legislator Daerah pemilihan wilayah Perbatasan ini berharap upaya yang sudah dilakukan Polres Sintang bisa diaplikasikan oleh Aparat TNI-Polri, Aparat Pemerintah serta seluruh Tokoh Masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Yang ada di Kabupaten Sintang agar tercipta kedamaian dalam masyarakat menjelang pesta demokrasi yang akan dilaksanakan tahun 2024.

 

Menurutnya, dalam proses pemilihan Umum baik pemilihan wakil rakyat ataupun kepala daerah, kerap terjadi konflik. dan mayoritas yang terlibat dalam konflik tersebut adalah masyarakat ditinggal bawah sementara para elit politiknya santai-santai saja.

 

Oleh sebab itu, perlu dipahami secara bersama bahwa proses pemilihan yang didasari demokrasi tujuan utamanya untuk kesejahteraan masyarakat sehingga masyarakat dituntut untuk ikut serta berpartisipasi menentukan mana yang terbaik , “ucapnya.

 

Mardiansyah juga mengajak seluruh masyarakat kabupaten Sintang agar ikut berperan Aktif dalam memelihara keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing.

 

Sebagaimana diketahui bahwa Polres Sintang menggelar Focus Group Discusion dalam rangka manajemen penanganan konflik secara Kolaboratif di wilayah Kabupaten Sintang dan sekitarnya, Kamis (24/11) pagi.

 

FGD penanganan Konflik sosial tersebut menghadirkan narasumber dari Dansat Brimob Polda Kalbar Kombes Pol Mohammad Guntur, S.I.K., M.H., Kepala Kesbangpol Gusnidar S.Sos dan Rektor Universitas Kapuas Antonius, S.Hut., M.P.

 

Selain narasumber turut hadir juga instansi-instansi terkait, puluhan perwakilan organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Sintang.

 

Kapolres Sintang menjelaskan focus group discussion tersebut diinisiasi oleh Polres Sintang untuk mengantisipasi potensi-potensi konflik kedepan terlebih dalam memasuki tahunnya pesta demokrasi.

 

“Adanya focus group discussion ini kita berusaha mengevaluasi berdasarkan aktifitas masyarakat yang telah berjalan kemudian menganalisa potensi kedepan serta sama-sama menyamakan persepsi terkait langkah-langkah yang efektif nantinya dalam upaya penanganan Konflik sosial dimasyarakat,” pungkas Kapolres.