DPRD Provinsi Anggarkan 16,8 Miliar untuk Jalur Ketungau

0
100
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Dapil Kalbar 7, Gregorius Herkulanus Bala

LINTASKAPUAS | SINTANG – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Dapil Kalbar 7, Gregorius Herkulanus mengungkapkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Provinsi Kalimantan Barat, sudah menganggarkan 16,8 Miliar untuk pembangunan jalan jalur Lintas perbatasan wilayah Ketungau.

“Untuk ditahun 2022 kalau tidak ada pergeseran anggaran lagi dan saya sudah rapat kerja dengan Bappeda Provinsi Kalbar bahwa ruas ini mendapatkan anggaran 16,8 Miliar untuk di tahun 2022, kita di Parlemen sudah berusaha dengan baik,” ungkap
Gregorius Herkulanus saat menghadiri aksi yang digelar oleh warga masyarakat yang tergabung dalam Forum Gempung Ketungau.

Gregorius Herkulanus Bala, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat menambahkan bahwa kedatangannya untuk melihat langsung secara pribadi kondisi dilapangan, “Saya datang ke sini tidaklah atas perintah dari lembaga, tetapi datang kesini karena kepedulian saya, saya juga ingin melihat langsung kondisi di lapangan, karena ini akan menjadi bahan pertimbangan kami dalam rapat kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang, Hendrikus menyampaikan bahwa Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang sudah menyampaikan kondisi yang terjadi.
“Kami sudah sampaikan ke Dinas PU Provinsi Kalbar, saya sudah berkomunikasi langsung dengan Kepala PU Provinsi Kalbar,” kata Hendrikus.

Hendrikus dalam komunikasinya dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan bahwa benar adanya penganggaran pekerjaan ruas jalan Sintang-Semubuk di tahun 2022, “Mengenai ruas jalan ini, saya tegaskan bahwa ini adalah ruas dengan status tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalbar, melalui komunikasi saya dengan Kepala PU Kalbar, memang benar adanya pekerjaan tahun 2022 di ruas jalan ini, dengan total anggaran 16,8 Miliar, tetapi mereka Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar belum memastikan di mana titik-titik lokasi pengerjaan ruas jalannya, tapi yang jelas ruas jalan Sintang-Semubuk,” ucapnya.

Menanggapi kondisi yang terjadi di lapangan, Hendrikus menambahkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang siap menyampaikan aspirasi masyarakat untuk dibawa ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
“Apa yang menjadi aspirasi kita bersama, kami siap menyampaikannya ke Provinsi, dulu saja waktu status jalan ini masih dalam status ruas Kabupaten, kami Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang dan pihak perusahaan perkebunan merawatnya bersama-sama, sekarang statusnya itu menjadi ruas Provinsi, kewenangan kita terbatas, tapi kami berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ini, kita sama-sama memperjuangkannya,” terangnya.