Wujudkan Tridarma Perguruan Tinggi, Stikes Kapuas Raya Gelar PKMD di 3 Kecamatan

0
190

 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus memberikan sambutan pada pelepasan mahasiswa STIKES Kapuas Raya sebelum melaksanakan PKMD

LINTASKAPUAS | SINTANG – Guna mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Kapuas Raya gelar program Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang.

Tiga Kecamatan yang mendapat Program Pembangunan Kesehatan Masyarakat dari STIKES Kapuas Raya tersebut yakni Kecamatan Sintang, Kecamatan Dedai, dan Kecamatan Binjai yang diikuti oleh 114 mahasiswa.

Program Pembangunan Kesehatan Masyarakat yang diselenggarakan oleh STIKES Kapuas Raya tersebut dibuka secara langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus bertempat di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Senin (17/1/2022).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan PKMD yang merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat mahasiswa STIKES Kapuas Raya Sintang di Kecamatan Sintang, Kecamatan Dedai, dan Kecamatan Binjai yang merupakan wujud dari Tridharma Perguruan Tinggi.

“Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan serta sebagai ajang belajar bermasyarakat, dalam bermasyarakat mahasiswa harus bisa menjaga sikap, menjaga nama baik kampus dan selalu mengedepankan musyawarah dalam penyelesaian masalah,” terang Yustinus.

Ia juga mengatakan bahwa pembangunan kesehatan diarahkan untuk terciptanya kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk, agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.
“Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.”

Selanjutnya Yustinus mengatakan, bahwa masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku dalam pembangunan kesehatan dalam menjaga, memelihara, dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri, serta berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya.

Yustinus berharap kepada mahasiswa agar memanfaatkan program PKMD yang digelar untuk menambah wawasan dan mempraktekan teori yang sudah didapat di kampus.
“Semoga bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat baik dalam bidang kesehatan serta memberikan edukasi tentang pencegahan penularan covid-19 dengan menjalankan protokol kesehatan,” ujar Yustinus

Sementara, Ketua STIKES Kapuas Raya Dr. Uray B Asnol menyebutkan bahwa akan dilaksanakan di 7 desa pada 3 kecamatan selama 32 hari.

“Kegiatan PKMD akan dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2022 sampai dengan 19 Februari 2022. Untuk Kecamatan Sintang kegiatan PKMD akan dilaksanakan di Desa Kebiau Baru, Mail Jampong dan Mungguk Banto. Untuk Kecamatan Dedai di Desa Riguk dan Hulu Dedai dan untuk Kecamatan Binjai Hulu di Desa Ampar Bedang dan Mensiku,” terang Uray B Asnol.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum kami. Yang wajib diikuti semua program studi dan dilaksanakan pada semester akhir. Sama dengan KKN atau kuliah kerja nyata. Ini sudah yang keenam kalinya dilaksanakan dan sangat penting untuk menambah pengalaman mahasiswa di akhir program dengan didampingi para dosen yang berkapasitas baik,”papar Uray B Asnol.

“Dosen dan mahasiswa sudah melakukan survey ke lokasi PKMD untuk mengetahui karakteristik desa tujuan. Mahasiswa kami akan mendatangi rumah ke rumah di 7 desa itu. Lalu tabulasi data, analisis data, penentuan masalah dan musyawarah desa untuk membicarakan masalah yang ada. Sehingga apa yang dirumuskan benar-benar merupakan masalah yang ada di lapangan,” terang Uray B Asnol.

“Musyawarah akan menentukan masalah apa yang akan diselesaikan, sehingga kegiatan PKMD mampu menyelesaikan masalah yang ada di desa. Waktu kami hanya 1 bulan, mudah-mudahan mampu menyelesaikan masalah di lapangan. Sehingga kami meminta dukungan dari OPD Pemkab Sintang untuk membantu supaya masalah di desa bisa diselesaikan,” terang Uray B Asnol.

”Melalui kegiatan ini, semua elemen yang terlibat memberikan kontribusi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang masih menjadi masalah di masyarakat. Kami juga berharap bisa menurunkan angka stunting yang terus mengalami penurunan kasus. Kami juga berharap 7 desa lokasi PKMD bisa menjadi desa ODF meskipun memerlukan proses panjang karena terkait budaya yang ada di masyarakat,” terang Uray B Asnol.

“Tujuan lainnya dari PKMD adalah mewujudkan desa mandiri, meskipun tidak bisa sim salabim. Dari data angka kematian ibu di Sintang, lebih banyak disebabkan pendarahan dan penyakit lain. Sedangkan kematian bayi disebabkan oleh berat badan rendah dan terkait dengan gizi saat ibu hamil. Angka stunting 3 tahun terakhir menurun. Kami mendukung perwujudan dari visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sintang. Saya berharap PKMD bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sintang secara khusus pada bidang kesehatan,” pungkas Asnol.