Hardiknas 2019, Sekolah Rusak dan Kurang Guru Jadi Momok Pendidikan Sintang

0
564
Wakil Bupati Sintang Askiman menjadi inspektur upacara peringatan Hardiknas tahun 2019

LintasKapuas, SINTANG-Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Pada peringatan Hardiknas tahun 2019 ini, problem pendidikan Sintang masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Yakni kurangnya tenaga pendidik serta banyaknya sekolah yang rusak.

Ditemui wartawan usai melaksanakan upacara bendera peringatan Hardiknas tahun 2019, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar menerangkan pesan daripada isi sambutan Mendikbud yang disampaikan oleh Wakil Bupati Sintang.

“Sebagaimana sambutan Kemendikbud yang dibacakan langsung oleh Wakil Bupati Sintang bahwa pendidikan di Indonesia secara keseluruhan sudah menunjukkan kemajuan,” kata Lindra.

Akan tetapi, sambung Lindra, untuk di Kabupaten Sintang saat ini sarana dan prasarana sekolah-sekolah rusak cukup banyak. Namun kekurangan semakin hari tertangani secara bertahap. Walaupun masih ada sekolah yang perlu penanganan lebih banyak lagi.

“Untuk persentase kerusakan sekolah di tingkat SMA di Sintang sebesar 10 persen. Untuk tingkat SMP 30 persen kerusakan. SD yang paling banyak sekolah rusak, ada 442 sekolah atau sekitar 40 persen dan kekurangan ruang kelas,” ucapnya.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang sudah berupaya melalui dana pusat maupun APBD tiap tahun untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah,” katanya.

Ia mengakui, pendidikan SIntang kita masih memiliki keterbatasan sebagaimana diakui oleh secara nasional yakni masih sangat-sangat kekurangan guru. Maka dari itu kebijakan daerah seperti tahun tahun sebelumnya, yakni mengangkat 101 tenaga honor kontrak daerah khusus guru.

“Karena antara penerimaan CPNS dengan pensiunan PNS itu tidak seimbang. Kalau pensiun 100 paling kita terima 50,” ungkapnya.

Wakil Bupati Sintang, Askiman saat menjadi inspektur upacara bendera dalam peringatan hari Pendidikan Nasional tahun 2019 di lapangan Sepakbola depan Kodim 1205 Sintang, Kamis, (02/05/2019), membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhajir Efendi.

Askiman menyampaikan bahwa sesuai dengan tema Hardiknas 2019 yaitu Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan memiliki makna dan pesan tersendiri. Tema ini mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan erat pendidikan dan kebudayaan, dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang syarat nilai dan pengalaman kebudayaan. Guna membingkai hadirnya sumberdaya-sumberdaya manusia yang berkualitas, demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan.

Lanjut Askiman, bahwa dalam perspektif Kemendikbud pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan. Yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja untuk pendidikan karakter. Ini dimaksudkan untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur.

“Sementara ikhtiar membekali ketrampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan. Sehingga semua itu membutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan di tingkat pusat dan daerah,” ucapnya.

Menurut Askiman, melalui sambutan Mendikbud bahwa dunia pendidikan di Indonesia masih mengalami keterbatasan diberbagai sektor.

“Kita masih dihadapkan pada kompleksitas masalah guru dan tenaga kependidikan. Kita juga masih sering menjumpai kasus-kasus yang tidak mencerminkan kemajuan pendidikan, betapapun pemerintah senantiasa responsif dalam memecahkan masalah-masalah tersebut selaras dengan paradigma pendidikan,” kata Askiman.

Dikatakan Askiman, jika stakeholder lebih proaktif maka pendidikan akan berjalan dengan maju ke depannya. Dalam konteks pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam rangka penguatan sumberdaya manusia yang berkualitas, akan berjalan secara optimal manakala pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan yang ada proaktif dan lebih aktif dalam mendorong kemajuan dunia pendidikan dan kebudayaan.

“Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini, marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumberdaya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, ketrampilan, dan kecakapan yang tinggi. Sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif,” pesan Wakil Bupati Sintang.