
LINTASKAPUAS I KETAPANG,- Akibat Kebarakan Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Sungai Pelang dalam sepekan terakhir ini, membuat ratusan warga terpaksa harus diungsikan. Pasalnya, titik api yang tak kunjung padam hampir mendekati pemukiman warga. Selain itu kabut asap yang sudah sangat pekat dianggap membahayakan bagi kesehatan warga.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa (Kades) Sungai Pelang, Suandi membenarkan, adanya ratusan warga yang tinggal di transmigrasi dusun kanalisasi yang diungsikan.
“Benar, ada 271 warga yang terdiri dari 130 KK sudah kita ungsikan di Kantor Koperasi Kebun Pelang Sejahtera dan Posyandu sejak tanggal 3 September kemarin,” ujar Suandi, Rabu (06/09/2023) Sore.
Suandi menjelaskan, warga yang diungsikan merupakan warga RT 21, 22, dan 23 Dusun Kanalisasi, yang terdiri dari Lansia, Dewasa dan anak-anak serta bayi.
“Ada beberapa lansia, ibu menyusui, anak-anak hingga bayi yang masih berumur 10 bulan,” jelasnya.
Terkait kehidupan para pengungsi, Suandi menjelaskan sudah banyak mendapat bantuan mulai dari pemerintah daerah, desa, pihak swasta dan lainnya.
“Untuk bantuan, mulai dari sembako, alat masak, obat, masker air dan yang lainnya sudah kita salurkan ke tempat pengungsian, yang mana bantuan ini mulai dari Dinas Sosial, Perusahaan, pihak swasta, anggota dewan dan warga setempat yang peduli,” tuturnya.
Suandi menambahkan, selain bantuan sembako dan lainnya pihaknya juga menyediakan alat kesehatan seperti oksigen.
“Mengingat adanya lansia dan anak anak, kami juga menyiapkan oksigen apabila ada warga yang mengalami sesak di pernafasan,” imbuhnya.
Kades tiga periode itu mengimbau kepada warga agar tidak melakukan kegiatan membakar lahan, selain itu, dirinya juga meminta warga menggunakan masker saat berakivitas di luar rumah.
(Ags)










