Kedapatan Masih Beroperasi di Bulan Suci Ramadan, 9 Kafe Remang-Remang Disegel Pemdes Payak Kumang

0
197
Foto saat penyegelan salah satu Kafe oleh Pemdes Payak Kumang. (Istimewa)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Diduga tidak mengindahkan himbauan pemerintah dengan masih melakukan aktivitas di bulan suci ramadan, Sembilan Kafe remang-remang di wilayah lokalisasi eks PT. Kawedar atau Kolam, Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan, Sabtu (17/04/2021) malam, Disegel Pemerintah Desa Payak Kumang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Payak Kumang, Hadi Supratman membenarkan kalau pihaknya bersama dengan karang taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, Babinsa dan Bhabinkamtimbas Desa Payak Kumang telah menyegel sembilan warung remang-remang diwilayah Kolam atau eks Kawedar.

“Mereka disegel karena masih melakukan aktivitas jualan, seperti minuman bir. Bahkan ada beberapa warung yang pekerjanya dari luar kalimantan masih ada,” katanya, Senin (19/4).

Hadi melanjutkan, pihaknya sebelumnya telah memberikan imbauan kepada seluruh pemilik warung atau kafe di lokasi tempat hiburan malam tersebut untuk tidak beraktivitas selama bulan suci ramadan.

“Sepekan sebelum puasa sudah kita sampaikan surat peringatan terkait aktivitas mereka. Tapi setelah di lakukan pengawasan masih ada yang melanggar makanya sanksi tegas kita lakukan penyegelan,” ketusnya.

Hadi menambahkan, penyegelan yang dilakukan menggunakan papan kayu yang di pasang dipintu warung tersebut sebagai bentuk komitmen pihaknya untuk menjaga kekondusifan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam beribah di bulan suci ramadan.

“Total warung di lokasi ada sekitar 20 an, namun yang kita segel cuma 9 karena kedapatan masih
beraktivitas. Kalau diluar 9 warung ada yang berani melanggar peringatan kita maka kita akan perlakukan sama. Kita segel,” tegasnya.

Hadi mengaku, pasca penyegelan ini pihaknya memberi warning kepada pemilik warung untuk tidak mencoba membuka segel apalagi kembali beraktivitas selama bulan suci ramadan. Jika itu dilakukan maka pihaknya akan memberikan sanksi lebih tegas.

“Mereka kalau mau aktivitas sehari-hari silahkan lewat belakang atau samping, intinya segel warung itu jangan dibuka dan jangan ada aktivitas dulu. Kalau masih berani kita akan bongkar bangunannya,” jelasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Camat Delta Pawan, Pitriyadi mendukung langkah tegas yang dilakukan oleh Pemdes Payak Kumang dalam penyegelan warung atau kafe di kawasan Kolam.

“Kita dukung langkah pihak desa, terlebih sebelumnya telah dilayangkan surat agar pemilik tidak membuka kafe remang-remang atau melakukan kegiatan berbau prostitusi,” katanya.

Untuk itu, ia berharap pihak Pemdes tetap melakukan penindakan sesuai aturan dan menghindari adanya tindakan anarkis atau benturan fisik.

“Kita juga minta RT setempat melakukan pemantauan dan pengawasan untuk kemudian dikordinasikan dengan pihak desa,” tukasnya. (Agsfy)