Kejari Ketapang Musnahkan Barang Bukti 43 Perkara

0
50

Foto Kajari Ketapang, Alamsyah, saat memusnahkan barang bukti narkotika dengan cara diblender. (Foto Ags))
LINTASKAPUAS I KETAPANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang melakukan eksekusi pemusnahan barang bukti kasus tindak pidana umum yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inkracht Van Gewijsde) di halaman kantor Kejari Ketapang, Selasa (24/05/2022) pagi. Adapun seluruh barang bukti tersebut merupakan hasil dari penanganan perkara kejari ketapang selama bulan Januari hingga bulan Mei 2022 selain itu ada juga perkara tahun 2019.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang, Alamsyah mengatakan pihaknya telah melakukan pemusanahan sejumlah barang bukti dari 43 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Semua telah inkracht, barang bukti kita musnahkan dengan beberapa cara mulai dari diblender, dibakar, dipotong, dipalu hingga digilas menggunakan alat berat,” ungkapnya.

Alamsyah melanjutkan, dari 43 perkara yang barang buktinya turut dimusnahkan diantaranya perkara narkotika 27 perkara dengan total barang bukti sabu seberat 171,488 gram Bruto dan 10 butir Ekstasi. Kemudian pencurian 6 perkara, perjudian 1 perkara, Tindak Pidana Ringan (Tipiring) serta 9 perkara lainnya.

“Jadi memang pemusnahan barang bukti didominasi perkara narkotika bahkan ada yang barang bukti mencapai 50 gram dan ini menjadi komitmen kami di Kejaksaan dalam hal membantu pemberantasan peredaran narkotika di Ketapang khususnya dalam hal penuntutan,” tuturnya.

Alamsyah menambahkan, kalau pihaknya tidak segan memberikan tuntutan tegas terhadap para pelaku penyalahgunaan narkotika khususnya terhadap para bandar atau pengedar.

“Tuntutan tinggi harus diberikan kepada pengedar atau bandar selama fakta persidangan terbukti,” tegasnya.

Tak hanya itu, terkait perkara narkoba yang selalu mendominasi di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara Kajari Ketapang, Alamsyah juga mendorong pihak-pihak terutama pemerintah agar terbentuknya BNNK di Kabupaten Ketapang.

“Memang belum ada BNNK di Kabupaten Ketapang, namun Kita sudah berkoordinasi dengan BNNP, Kejaksaan Tinggi dan juga dengan pemerintah Kabupaten Ketapang untuk mendorong agar di Kabupaten Ketapang ini ada BNNK karena rentang kendali Kita sangat jauh dari Pontianak,” pungkasnya.