Ngungsi Ditengah Hutan, Minum Air Keruh

0
318

NGUNGSI KE TENGAH HUTAN, WARGA TEBIMG RAYA TERPAKSA MINUM AIR KERUH, RELAWAN MUHAMMADIYAH ANTAR AIR BERSIH DAN SEMBAKO

DUA ORANG RELAWAN MUHAMMADIYAH TROBOS HUTAN ANTAR BANTUAN KE PENGUNGSI”

Relawan Muhammadiyah salurkan Bantuan lepada warga desa Tebing raya yang mengungsi ke dalam Hutan karena Rumah yang ditinggali sudah tergenang Banjir

LINTASKAPUAS | SINTANG, Dua orang Relawan Muhammadiyah membagikan pengalamannya kepada kami saat mengantarkan bantuan untuk korban banjir di Desa Tebing Raya, Kec. Sintang, Kab. Sintang pada Selasa (09/11) Sore.

Dua orang tersebut adalah Aldo Topan Rivaldi(28) dan Tuti Rahmadanti(20), Topan mengatakan bahwa kondisi pengungsi di Desa Tebing Raya sangat-sangat memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah, bagaimana tidak letak tempat pengungsian berada didalam hutan dengan tenda seadanya dan logistik yang sangat terbatas terutama air bersih dan obat-obatan. Ditambah lagi di tempat-tempat pengungsian itu terdapat sejumlah wanita, lansia, dan anak dibawah umur.

“Saya kira awalnya tempat pengungsian disana di gedung sekolah atau kantor desa ternyata pas sampai disana sekolah dan kantor desa banjir sudah hampir sampai atap, bahkan motor sampai ada yang digantung di pohon”. Ungkapnya.

Topan juga mengatakan bahwa lokasi pengungsian berada di dalam hutan yang memang dipilih karena lokasinya cukup tinggi dan terhindar dari banjir. Pengungsi disana mendirikan tenda seadanya untuk tidur, tidak ada dapur umum, tempat mck, dan listrik.

“lokasi pengungsian didalam hutan memang dipilih karena tempat yang tinggi, ya kondisi tendanya seadanya hanya kayu dan terpal, tidak ada dapur umum, mereka masak sendiri, tempat mck tidak ada apalagi listrik. Ya memang sangat memprihatinkan, ada mengeluhkan ke saya banyak nyamuk dan tempat tidur yang sempit, satu tenda bisa untuk 4 KK.”

Tuti salah satu relawan yang juga ikut mengantarkan bantuan mengatakan disana juga sangat membutuhkan bantuan air bersih dan obat-obatan.

“Saya hampir nangis di tempat pengungsian tu, apalagi pas ada nenek-nenek yang bilang minum air keruh dan nunjuk kearah kubangan banjir. Banyak pengungsi juga pesan ke saya obat gatal, kemarin juga disana ada ibu dan anak yang demam, untungnya saya bawa paracetamol dewasa dan anak.” ungkapnya.

Topan mengatakan pada kunjungan pertama Relawan Muhammadiyah ke pengungsian tersebut mereka membawa 250Kg Beras, 15 Dus Mie Instan, dan 1 dus Obat-obatan P3K, obat gatal, obat demam dan diare. Setelah melihat kondisi disana pada keesokan harinya mereka kembali mengirimkan bantuan 40 Dus air botol mineral dan tambahan obat gatal dan obat nyamuk.

“Pas saya tau kondisinya seperti itu disana, besoknya saya langsung kirim bantuan lagi, ndak bisa kita biarkan gituk jak.” tukasnya

Tak lupa ia juga mengapresiasi kesigapan Kades Tebing Raya yang tidak membiarkan masyarakatnya terlarut dalam penderitaan dan selalu proaktif dalam mencari dan menyalurkan bantuan untuk warganya. Topan mengatakan bahwa tanpa bantuan dari Kades Tebing Raya mereka tidak mungkin bisa menyalurkan bantuan tersebut.

“Saya salut dengan Pak Hardiman, Kades Tebing Raya, beliau yang komunikasi dari awal sampai antar jemput kami berdua langsung ke Sintang dan ikut masuk kehutan membagikan bantuan. Warga tebing raya beruntung punya pemimpin seperti itu.”