Pembangunan PLBN Jangan Sampai Menimbulkan Kecemburuan Sosial

0
788

Heri jamri, Anggota DPRD Sintang
LINTASKAPUAS I SINTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Heri Jambri mengatakan dengan adanya rencana pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Tipe B di Desa Sungai Kelik Kecamatan Ketungau Hulu tahun 2020 mendatang jangan sampai memicu kecemburuan sosial.
“Kita sangat mendukung penuh dengan adanya rencana pembangunan PLBN di wilayah batas, akan tetapi jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial pada masyarakat, “ungkap Heri kepada sejumlah wartawan belum lama ini.

Politisi Partai Hanur ini meminta kepada Pemerintah agar dapat mengakomodir keinginan masyarakat perbatasan dengan akan dibangunnya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Tipe B dapat diakomodir, agar pembangunan tersebut tidak menimbulkan masalah baru atau muncul konflik sosial.

Anggota DPRD 4 Periode ini juga berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) agar bisa juga memberikan pembinaan, terutama pada masyarakat di perbatasan. Jangan sampai dibukanya PLBN ini malah menimbulkan persoalan kecemburuan sosial atau masalah lainnya.

“Harapan kita, Pemerintah tetap berpihak pada masyarakat yang ada perbatasan. Terutama dari segi pembangunan ekonominya, bukan pembangunan militernya,” harap Heri

Menurut Heri, hingga saat ini pemerintah belum melakukan pendekatan secara ekonomi kepada masyarakat perbatasan. justru pemerintah memilih fokus melakukan pendekatan militer

dinilai Jambri yang ada sekarang, malah pemerintah melakukan pendekatan militer dengan menampatkan pasukan di perbatasan. Bukan melakukan pendekatan ekonomi.
“Pendekatan dan penguatan ekonomi pemerintah sangat penting, baik dilakukan oleh pusat maupun Pemerintah Daerah agar masyarakat yang ada dieprbatasan bisa juga merasakan pembangunan, ” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap bersyukur, karena pemerintah sudah melakukan pendekatan pembangunan dengan membangun infrastruktur di perbatasan wilayah Sintang-Malaysia ini. Hanya saja, menurutnya itu belum cukup.

Politisi Partai Hanura ini, juga menuturkan bahwa belum lama ini dirinya baru saja mengunjungi perbatasan untuk melihat sejumlah pembangunan yang berlangsung. Dimana ia menilai sudah dimulai proses pembangunan jalan dari sungai ke batas Malaysia.

“Badan jalan sudah dibuka cukup lebar, sekitar 10 meter. Panjangnya sekitar 8 kilometer. Lokasinya di Desa Sungai Kelik ke titik 0,” terangnya.

Terleps dari itu, ia juga berpesan pada masyarakat perbatasan, agar terbuka dengan siapapun. Mengingat, pembangunan PLBN iniakan  membawa dampak mobilisasi orang dari berbagai daerah.

“Saya berharap masyarakat saling menjaga. Kita harus bisa menerima semua orang, karena kalau border ini dibuka, pasti semua orang akan datang ke sana,” pungkasnya.