Pemkab Usulkan 37 Desa di Sintang Masuk Listrik 2022

0
744
Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Syarief Yasser Arafat melakukan rapat virtual bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia

LINTASKAPUAS | SINTANG – Sebanyak 37 Desa akan mendapat aliran listrik negara tahun 2022 yang diusulkan pemerintah Kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Syarief Yasser Arafat usai mengikuti rapat secara virtual bersama dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia di Command Center Kantor Bupati Sintang pada Senin, 24 Januari 2022.

Syarief Yasser Arafat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia yang sudah merespon dengan baik surat dari Bupati Sintang Nomor: 020/6065/IV-Bappeda tanggal 22 Desember 2021 tentang Usulan Perluasan Jaringan Listrik Desa Kabupaten Sintang Tahun 2022.

“Terima kasih atas respon dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia sehingga hari ini bisa dilaksanakan pertemuan ini,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Bappeda Sintang Kartiyus menyampaikan bahwa kerjasama Pemkab Sintang dengan jajaran PLN Kalimantan Barat sangat baik untuk 3 tahun terakhir.
“Bappeda Sintang dan Kepala Desa terus menerus berkoordinasi dengan PLN Kalbar untuk memperluas jaringan listrik di pedesaan. Setiap musrenbang, usulan dari desa sangat banyak untuk mendapatkan pelayanan dari listrik negara. Maka kami terus berkomunikasi dengan PLN untuk mewujudkan usulan desa tersebut,” terang Kartiyus.

Kartiyus memaparkan bahwa Kabupaten Sintang ada 407 desa dengan jumlah penduduk 420 ribu jiwa.

Dari Jumlah Tersebut baru 64,21 % atau sekitar 74.626 KK yang sudah menikmati listrik PLN.
“Tahun 2022 ini kami mengusulkan 37 desa, 117 dusun, 8.007 KK di 9 kecamatan untuk mendapatkan perluasan jaringan listrik desa dari PLN. Hanya saja ada yang prioritas dan tidak dengan beragai kondisi,” beber Kartiyus.

Sementara, Gede Adhi dari PLN Kalimantan Barat menyampaikan bahwa pada tahun 2021 PLN Kalbar sudah membangun jaringan listrik di 18 desa di Kabupaten Sintang. “Dan ini terbesar di Kalbar. 25 persen anggaran pembangunan jaringan baru di Sintang. Tahun 2022 anggaran untuk membangun jaringan baru, mengalami penurunan. Soal prioritas desa di Sintang yang diusulkan mendapatkan listrik PLN, mohon dibuatkan urutan saja sesuai skala prioritas. Soal listrik di PLBN Sei Kelik, akan kami bicarakan lebih lanjut,” terang Gede Adhi.