Penerapan PPKM Dianggap Tebang Pilih, IMM & Pelaku UMKM, Audiensi ke DPRD Sintang

0
90

LINTASKAPUAS | SINTANG – Merasa tidak mendapat keadilan tehadap Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Malam(PPKM) yang diterapkan kepada Pelaku Usaha Mikro Kecil & Menengah dan Razia Swab anti Gen pada warung Kopi yang beroperasi malam Hari, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Perwakilan Pelaku Usaha melakukan audiensi ke DPRD Sintang.

Audiensi yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersama Perwakilan Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil-Menengah (UMKM) Sintang diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sintang, Heri Jamri, senin(3/5/2021) diruang Kerjanya.

Sebelum melakukan Audiensi ke DPRD Sintang, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) terlebih dahulu menggalang petisi penolakan PPKM yang dianggap merugikan para Pelaku Usaha Mikro Kecil-Menengah(UMKM) Sintang.
“Sebelum kita Audiensi ke DPRD Sintang, sejak tanggal 24-29 April lalu kita sudah menggalang petisi dan lebih 200 pelaku usaha menandatangani penolakan tersebut, ” ungkap Aldo Topan Rivaldi, Pengurus IMM Kapuas Raya.

Aldo Topan Rivaldi yang biasa disapa Topan mengatakan hasil Petisi Penolakan yang dikumpulkan tersebut menjadi alasan pihaknya bersama dengan sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil-Menengah Sintang beraudiensi ke DPRD Sintang.
“Petisi ini merupakan Aspirasi masyarakat yang mesti kita sampaikan langsung kepada DPRD Sintang sebagai wakil dari rakyat, ” ucap Topan.

Topan menilai, Penerapan PPKM sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19 hanya diberlakukan kepada Pelaku UMKM yang hanya beroperasional dimalam hari sangat tidak adil dan tepat sasaran.

pasalnya, menurut dia, sebelumnya Bupati Sintang pernah menyampaikan bahwa meningkatnya Kasus Covid 19 di Kabupaten disebabkan karena perjalanan dari luar kota baik dari Singkawang, Pontianak dan Jakarta.

“Jika memang seperti itu, yang seharusnya dilakukan oleh tim satgas Covid-19 adalah memperketat pengawasan keluar masuk orang ke Sintang bukan malah mengobok-obok usaha warung Kopi dengan cara cegat pelanggan ditempat dan langsung di Swab anti gen, itu kan sama saja mematikan usaha masyarakat karena ada rasa ketakukan oleh pengunjung, “ucap Topan.

Topan juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid 19. hanya saja mesti dilakukan dengan elegan dan tepat sasaran.
“Kalau hanya mengobok-obok warung kopi setiap malam saya rasa kurang elegan, lebih elegan itu jika diberlakukan swab di setiap RT atau Desa, apalagi kalau kita mendengar anggaran untuk pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid 19 di Kabupaten Sintang ini juga sangat Pantastis, ” jelas Aldo Topan.

Saat ditanya terkait dengan ide dan saran sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19 di Kabupaten Sintang menurut Topan pasti memiliki saran perbaikan hanya saja selama ini pemerintah tidak pernah melibatkan masyarakat terutama ormas dan OKP untuk duduk berdiskusi untuk mencari solusi yang tepat untuk pencegahan penyebaran Covid 19.

Pencegahan penyebaran Covid 19 ini merupakan tugas kita bersama. oleh sebab itu, jika pemerintah melibatkan banyak pihak, saya Yakin Covid-19 di Kabupaten sintang ini bisa cepat selesai, “pungkas Topan.