Potret SDN 15 Gandis Hulu, Lantai Bolong dan Sering Kebanjiran

0
1756
Kondisi lantai sekolah yang bolong

LINTASKAPUAS.COM,SINTAN-Dunia pendidikan di Bumi Senentang masih dihadapkan pada rusaknya infrastruktur pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tak harus ke pedalaman untuk melihat kondisi sekolah rusak. Karena tidak jauh dari kota Sintang banyak sekolah yang memerlukan rehab dari pemerintah.

Salah satunya SDN 15 Gandis Hulu Kecamatan Dedai. Sekolah tersebut sudah lama tidak direhab. Akibatnya, sejumlah blok bangunan yang berbahan dasar kayu mengalami kerusakan. Contohnya bagian lantai banyak yang bolong karena lapuk dimakan usia. “Seperti itulah kondisi sekolah kami. Berdinding papan, sejumlah lantainya bolong. Ketika hujan deras, kami tidak bisa upacara karena halaman sekolah tergenang banjir,” kata Harun Pande, Kepala SD 15 Gandis Hulu.

Pria paruh baya ini kemudian mengirim lima gambar yang memuat kondisi sekolah itu via aplikasi pesan WhatsApp. Tiga foto memperlihatkan siswa sedang membersihkan kelas dengan lantai yang berlobang. Satu foto lainnya memuat halaman dan gedung sekolah yang kebanjiran. Ada juga gambar yang memuat kondisi halaman sekolah tidak tergenang banjir dan anak-anak sedang bermain. “Sekolah ini pernah direhab, tapi sudah cukup lama yakni tahun 1999. Sekarang, sejumlah ruangan rusak. Khususnya di gedung unit satu yang terdiri dari tiga ruang kelas dan satu ruangan guru,” bebernya.

Khusus untuk gedung unit satu, sambung dia, kondisinya paling parah dibanding yang lain. Karena dinding berbahan dasar papan. Begitu juga lantainya. Kondisi semakin parah karena sering kebanjiran. “Makanya kami berharap ada bantuan rehab berat,” katanya.

Harapan agar sekolah direhab, disampaikan Harun Pande saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Gandis Hulu belum lama ini. Dihadapan Ketua Komisi A Syahroni dan Sekcam Kecamatan Dedai Tatang Supriyatna bersama aparatur desa setempat, ia menyampaikan usulan agar sekolah direhab bisa direalisasikan.

Ia juga menginginkan penambahan guru. Mengingat, guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) hanya tiga orang saja. Yakni Kepsek, guru agama Islam dan guru kelas. Sisanya honorer yang digaji menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Saya berharap ada penambahan guru PNS di sekolah kami. Kami juga menginginkan adanya penempatan guru kontrak yang dibuka Februari oleh pemerintah, termasuk juga guru olahraga,” harapnya.

Merespon permintaan tersebut, Ketua Komisi A DPRD Sintang Syahroni saat Musrenbangdes Desa Gandis Hulu menagatakan akan menyampaikan usulan tersebut ke pemerintah. “Nanti akan saya koordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Pak Bupati,” katanya.