PT BHA Kembali Distribusikan Ribuan Paket Sembako untuk Korban Banjir di 6 Desa

0
780
Tim Peduli Kemanusiaan PT. BHA distribusikan Paket sembako kepada warga di 6 Desa yang ada diwilayah kecamatan Ketungau Hilir dan Ketungau Tengah yang terdampak Banjir Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – PT Buana Hijau Abadi (BHA) yang merupakan anak perusahaan dari HPI Agro kembali distribusikan 1067 paket sembako untuk korban bencana banjir Sintang di wilayah Ketungau Hilir dan Ketungau Tengah.

Humas PT. BHA, Erwin Siahaan mengatakan bahwa 1076 Paket sembako yang didistribusikan tersebut dipusatkan di enam Desa yang hingga saat ini masih terdampak diwilayah Kecamatan Ketungau Hilir dan Ketungau Tengah yakni Desa Mungguk Kelapa, Desa Pampang Dua, Desa Sungai Mali, Desa Tirta Karya, Desa Mungguk Kelapa, dan Desa Maung.

“Bantuan sembako yang kita salurkan berisi beras, mie instan, gula dan minyak didistribusikan secara bertahap sejak tanggal 20 hingga 25 November.

Erwin mengatakan semua warga yang terdampak sudah di data setiap Desa. “sebelumnya juga kami sudah mendistribusikan bantuan melalui Bappeda Sintang, namun kami sadar armada Bappeda juga terbatas, jadi kami support untuk distribusikan langsung ke seluruh desa,” ucap Erwin.

Medan yang cukup menyulitkan pendistribusian bantuan sehingga masih terkendala di sejumlah wilayah karena sulitnya akses menuju lokasi. Tim BHA tidak dapat mendistribusikannya secara langsung dan cepat.

Semuanya bertahap, pendistribusian dilakukan dengan rakit dan sampan. Tim BHA melakukan distribusi pertama untuk Desa Maung karena ketinggian air di dalam rumah sudah 1 meter, bahkan penduduk banyak yang mengungsi.

“Ya memang harus bertahap, karena akses jalan tertutup semua, kami sangat berterima kasih kepada PT BHA karena saat ini kita merasa sangat terhimpit tidak bisa beraktivitas, banjir sekarang ini sangat luar biasa dan belum pernah kami alami seperti ini,” ungkap Tumus selaku Kades Desa Maung.

Wawan, Kades Desa Pampang Dua juga menyampaikan ucapan syukurnya atas bantuan PT BHA karena kondisi desa yang terisolir tidak dapat dilewati kendaraan, sehingga pasokan sembako sulit dan mahal. “Kami bersyukur perusahaan tidak menutup mata atas kami, kesulitan kami di musim banjir akses jalan terututup semua, rumah terendam banjir, kami telah mengajukan ke perusahaan dan hari ini jawabannya,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Bantingsor Kabupaten

Sintang, per Minggu 21 November 2021, warga terdampak banjir tersisa di 6 kecamatan saja, yakni Kecamatan Sintang, Kelam Permai, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hilir, dan Binjai Hulu. Banjir sudah tidak ada di Dedai, Ambalau, Serawai, Kayan Hilir dan Kayan Hulu.