PT. WIKA Sosialisasikan Pemasangan Geobag di Bantaran Sungai Melawi

0
77
PT. WIKA Sosialisasikan Pemasangan Geobag di Bantaran Sungai Melawi berlangsung di balai Praja Setda Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah menghadiri Sosialisasi Penanganan Darurat Banjir di Kabupaten Sintang oleh PT. Wijaya Karya (WIKA) di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Kamis, 25 November 2021.

Sosialisasi dilaksanakan mengingat akan segera dimulainya pelaksanaan pengerjaan pemasangan geobag tahap pertama di pinggiran Sungai Melawi sepanjang 4 KM oleh PT. Wijaya Karya (WIKA) berdasarkan Surat Perintah Kerja Sementara tanggal 23 November 2021.
Yosepha Hasnah usai pelaksanaan sosialisasi menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut merupakan langkah awal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.
“sosialisasi ini dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan I yang wilayah kerjanya ada di Kalimantan Barat. Yang hadir saat sosialisasi ini adalah OPD Teknis, Camat, Lurah, Kepala Desa sampai Ketua RT. Ini kegiatan yang baru, belum pernah ada di tempat kita” terang Yosepha Hasnah
“kegiatan ini (pemasangan geobag) maksudnya baik dalam rangka meminimalisir ketika terjadi banjir besar sebagai dampak La Nina yang oleh BMKG akan terjadi puncaknya pada Desember 2021 sampai Januari-Februari 2022 mendatang. Ini program dari Kementerian PUPR untuk mengurangi banjir di Kota Sintang” terang Yosepha Hasnah
“karena ini kegiatan baru, maka nama-nama barangnya juga baru seperti geobag. Mungkin bahasa kita disini tanggul. Harapan kami, air tidak terlalu banyak masuk ke dalam Kota Sintang saat banjir nanti. Pasti ada yang masuk air nanti, tetapi lebih sedikitlah” terang Yosepha Hasnah
“Kami Pemkab Sintang tentu menyambut baik program pemasangan geobag ini dengan beberapa catatan seperti melakukan kembali sosialisasi berbagai stakeholder termasuk tokoh-tokoh masyarakat. Karena pemasangan geobag ini akan memakan separuh badan jalan. Lebar geobag ini 1,8 meter dan akan diletakan di badan jalan” terang Yosepha Hasnah.
“nanti akan akan dipasang 2 tumpukan dengan ketinggian 3 meter. Tetapi di beberapa wilayah tidak sama tergantung tinggi banjir yang terjadi. Maka menurut saya, hal ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Karena daerah sungai inikan menjadi salah satu lokasi untuk mencari penghasilan oleh beberapa warga kita” terang Yosepha Hasnah
“banyak masyarakat yang memanfaatkan sungai ini. Misalnya apakah perlu dikasi tangga untuk mereka turun naik ke sungai. Kami juga minta pendampingan jika terjadi banjir besar lagi. Saat banjir besar, kami harap tim dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan I bisa hadir disini supaya kalau ada apa-apa dengan geobag yang dipasang ini, bisa langsung mengatasinya bersama-sama Pemkab Sintang” tambah Yosepha Hasnah
“terhadap jalan yang setengahnya digunakan untuk meletakan geobag atau tanggul ini. Tentu akan mengurangi lebar jalan yang akan digunakan oleh masyarakat, yang tentu akan memberikan dampak bagi aktivitas masyarakat. Jalannya yang lebar menjadi sempit dan di beberapa lokasi mobil tidak bisa lewat, tetapi motor masih bisa lewat” tambah Yosepha Hasnah
“pemasangan ini tidak mungkin ditolak, karena akan segera dimulai dan ini solusi jangka pendek untuk mengantisipasi ramalam BMKG yang menyebutkan tingginya potensi hujan di wilayah kita hingga Februari 2022 mendatang. Harapan kita, kalau terjadi curah hujan tinggi, tidak terjadi lagi banjir besar seperti kemarin” tamba Yosepha Hasnah
“solusi jangka menengahnya adalah normalisasi sungai, pembangunan waduk, dan mengeruk danau-danau untuk menampung air. Dan solusi jangka panjangnya adalah mendorong warga yang tinggal di bantaran sungai untuk membangun rumah panggung, kalau tidak mau pindah” tambah Yosepha Hasnah
“harapan kami juga, kalau nanti sudah dipasang geobagnya, lakukan edukasi kepada masyarakat. Misalnya kalau rusak harus bagaimana. Siapkan juga pompa, sehingga kalau air banjir masuk ke dalam agar siapkan pompa” terang Yosepha Hasnah