Selesaikan 712 Perkara, Kasi Pidum Kejari Pamit dari Sintang

0
159
Penyampaian pesan dan kesan dalam pengantar tugas Andi Tri Saputro bertempat di Hermes Sky Garden Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – Kepala Seksi Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Sintang Andi Tri Saputro berhasil menyelesaikan 712 perkara selama 2,7 tahun bertugas di Kabupaten Sintang.

Kini, mantan Kepala Seksi Intelijen pada Kejaksaan Tarakan ini mendapat jabatan baru sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Pengadilan Negeri Pekalongan.

Sebelum meninggalkan Kabupaten Sintang, pihaknya menggelar pengantar tugas Andi Tri Saputro yang dihadiri langsung Bupati Sintang, Kejari Sintang, Ketua Pengadilan Negeri Sintang, sejumlah Kasat Polres Sintang dan Melawi, tokoh masyarakat serta sejumlah awak media Sintang.

Andi Tri Saputro dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah memberikan dukungan kepadanya selama menjalankan tugasnya sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Umum pada Kejari Sintang.

“Tidak lupa juga saya ucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Kajari Sintang yang selama ini sudah memberikan bimbingan, motivasi dalam menjalankan tugas saya selama ini, dan terimakasih juga kepada seluruh jajaran para Kasi pada Kejaksaan Negeri Sintang atas dukungan kerja samanya,” ucapnya.

Putro mengaku selama bertugas sebagai Kasi Pidum pada Kejari Sintang banyak meninggalkan kesan. Pasalnya sebelum menjabat sebagai Kasi Pidum dirinya juga sudah pernah bertugas di Kabupaten Sintang sebagai Jaksa Fungsional.

“Kalau untuk kesan, sangat banyak sekali karena sebelum saya menjabat sebagai Kasi Pidum saya juga pernah bertugas di Sintang sebagai Jaksa Fungsional. Tapi pada tahun 2018 saya pindah tugas sebagai Kasi Intelijen Kejaksaan Tarakan selama 11 bulan. Setelah itu saya kembali lagi ke Sintang ini menjabat sebagai Kasi Pidum,” ucap Putro.

Andi Tri Saputro yang biasa disapa Putro ini menyampaikan bahwa selama dirinya bertugas sebagai Kasi Pidum pada Kejari Sintang telah menyelesaikan 712 perkara, 8984 pelanggaran dan PNBP.

“Dari ratusan kasus tersebut, ada beberapa kasus menjadi isu nasional seperti kasus Karhutla dan kasus pembunuhan satu keluarga yang vonisnya hukuman mati,” ucapnya.

Ia juga menceritakan bahwa dari beberapa kasus yang masuk dalam isu nasional cukup membuatnya lebih ekstra dan hati-hati dalam mengambil suatu keputusan. “Pengalaman saya sebagai jaksa dalam menangani perkara Karhutla yang menjadi isu nasional sempat mendapat ancaman akan dibunuh. Namun, karena kegigihan dan menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas proses tersebut bisa diselesaikan dengan baik dan proses tersebut saya jadikan sebagai proses pendewasaan bagi saya untuk menangani kasus perkara,” paparnya.

Diakhir penyampaian kesan dan pesannya, Putro juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Insan Pers Sintang yang selama ini sudah bermitra baik dengannya selama menjabat sebagai Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sintang.