Tenaga Kesehatan Minta Kuota P3K 2023 Disetarakan dengan Tenaga Pendidikan

0
34
3 orang tenaga Kontrak Kesehatan mewakili forum Honorer Kabupaten Sintang menyuarakan aspirasinya terkait dengan Kuota Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian kerja (P3K) tahun 2023

LINTASKAPUAS | SINTANG – Sejak beberapa hari terakhir ini, sudah menyebar informasi terkait Penerimaan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2023 di Sintang yang dirilis oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi(Kemenpan-RB)

Hanya saja, Tenaga Kesehatan(Nakes) Yang ada di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang berharap informasi tersebut tidak benar karena dianggap tidak sebanding dengan kuota tenaga Pendidikan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan Forum tenaga honorer  Kesehatan Kabupaten Sintang, Oktavianus Roi Sindra bersama dua orang rekannya  kepada lintaskapuas.com. kamis(19/1/2023)

“Kami berharap semoga informasi yang sudah menyebar di pemberitaan sejumlah media online terkait dengan rekrutmen Penerimaan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dikabupaten Sintang tahun 2023 tidak benar,” harap Oktavianus.

Menurut Tenaga Kesehatan yang bertugas di Puskesmas Kayan hulu ini bahwa penerimaan P3K tahun 2023 di Kabupaten Sintang, untuk tenaga Kesehatan mendapat kuota sebanyak 283 orang, sementara untuk tenaga pendidikan khusus guru ±:3700 orang dan tenaga teknis sebanyak 31 orang.
“Kami berharap jumlah tersebut tidak benar karena menurut kami sangat tidak adil dengan tenaga pendidikan. harapan kami kalau tenaga guru 3000 lebih. paling tidak tenaga kesehatan 1000 orang lah, ” ucap Oktavianus.

Oktavianus Roy Sindra juga menyampaikan bahwa Forum Honorer Kabupaten Sintang akan kembali membuat gerakan baru ke Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang, dikarenakan gerakan sebelumnya tidak ada tindak lanjut yang sudah diaspirasikan.
“Pada evaluasi tahun 2022 lalu gerakan yang di buat oleh Forum honorer NAKES sudah menghadap ke Pemerintah daerah, namun belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Forum honorer NAKES berharap untuk lebih di perhatikan juga sebagaimana halnya pada guru.
Sebagai Contoh lanjut Oktavianus, 3700 guru itu kan SDM, begitu juga dengan SDM di bidang kesehatan, apabila SDM bagus maka kesehatan juga akan bagus, namun bila kesehatan bagus namun SDM tidak bagus maka kesehatan juga pasti akan ikut menurun” ujarnya.
Forum Honorer Kabupaten Sintang berharap agar Wakil DPRD kedepannya ikut membantu menyampaikan aspirasi Forum honorer NAKES dari daerah sampai ke pusat.
Melihat kembali pada tahun 2022 Penerimaan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ada sekitar 600 kuota untuk guru, sedangkan NAKES hanya memiliki 100 kuota itupun di terbagi ke beberapa profesi seperti bidan, perawat dan lain lain. Kepala dinas sangat mendukung untuk gerakan tersebut karena beliau tau akan pentingnya NAKES di Kabupaten Sintang, ” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Hary Sinto Linoh mendukung penuh dengan upaya dan langkah yang dilakukan oleh para tenaga kesehatan terkait dengan kuota formasi penerimaan P3K tahun 2023 di Kabupaten Sintang.

“Saya selaku kepala dinas kesehatan mendukung penuh dengan upaya dan langkah yang ditempuh oleh para tenaga kesehatan yang masih berstatus honor, ” ungkap Sinto saat dihubungi lintaskapuas.com

Menurut Sinto Tenaga Kesehatan layak menuntut penyetaraan kuota formasi dengan tenaga guru, pasalnya tenaga kesehatan juga merupakan ujung tombak kesehatan bagi masyarakat khususnya bagi masyarakat yang ada daerah di pelosok.

“Tenaga Kontrak Kesehatan layak diperjuangkan karena mereka adalah Nakes sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bahkan mereka siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang ada di pelosok pedesaaan dan dan didaerah terpencil.

Jadi, lanjut Sinto mereka pantas diberikan kesempatan yang sama seperti dengan tenaga kontrak guru, Karena negara ini selain membutuhkan SDM yang layak tentunya Tenaga kesehatan juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat, ” pungkas Sinto.(link)