Tersangka Pembunuh Bos Toko Aneka Ban Terancam Hukuman Mati

0
37
Tersangka Roni memperagakan Rekontruksi dengan adegan mengangkat jenazah korban ketas motor yang sudah dimasukkan dalam karung goni untuk dibuang ke jempatan daerah Penyangka

LINTASKAPUAS | SINTANG – Tersangka kasus pembunuhan pemilik Toko Aneka Ban atas nama Tjin Tek Fo alias Susanto dijerat pasal berlapis dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup.

Dari hasil rekontruksi dan penyelidikan yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal polres Sintang, tersangka atas nama Roni tidak hanya melakukan pembunuhan tetapi juga melakukan pencurian dengan kekerasan maka disangkakan dengan tiga pasal yakni pasal 340 KUHP, 338 KUHP, dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Unit Tindak Pidana Umum Sat Reskrim polres Sintang, IPDA Sutarji usai memimpin pelaksanaan rekontruksi pembunuhan Pemilik Toko Aneka Ban atas nama Susanto bertempat di jalan MT. Haryono, Rabu (20/7/2022).

Sutarji mengatakan bahwa rekontruksi digelar, tersangka Roni memperagakan 37 adegan dengan puncak pembunuhan masuk pada adegan ke 16-20. Diawali dengan pengambilan sepotong besi dan menghunuskanya ke kepala korban tepat di meja kasir.

“Rekontruksi pembunuhan ini kita kelar di dua Tempat Kejadian Perkara. Untuk TKP pertama di ruko Aneka Ban milik korban di jalan MT Haryono dengan 30 adengan dan TKP kedua di Jembatan Rokan, Penyangka, Desa Suka Jaya, Kecamatan Tempunak. Di mana tersangka Roni membuang mayat korban.

Pantauan di lapangan, proses rekontruksi disaksikan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejari Sintang, Kuasa Hukum tersangka, dan keluarga korban. Bahkan proses rekontruksi tersebut menjadi tontonan warga sekitar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa peristiwa pembunuhan terhadap korban terjadi pada Sabtu (13/6/2022) sekitar pukul 16.30 WIB. Sedangkan waktu pengungkapan yang dilakukan kepolisian pada (23/6/2022).

Kapolres Sintang, AKBP Tommy Ferdian dalam keterangan press releasenya mengatakan bahwa motif pembunuhan yang dilakukan tersangka terhadap korban berawal dari kata-kata korban yang membuat tersangka tersinggung.

“Kasus pembunuhan terhadap pemilik Toko Aneka Ban itu berawal dari tersangka Roni meminjam uang kepada korban sebanyak Rp150.000,-. Tapi oleh korban tidak diberikan. Kemudian korban mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan tersangka. Jadi, pembunuhan ini dilakukan secara spontanitas ketika korban mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan tersangka. Hubungan antara tersangka dan korban sejauh ini hanya sebatas karyawan dan bos saja,” ungkap Kapolres Sintang.