Tinjau Lokasi Tumpahan CPO, Wabub Minta Perusahaan Bertanggung Jawab

0
80
Wakil Bupati Sintang, didampingi Kapolres Sintang dan Ketua Komisi D DPRD Sintang meninjau lokasi Karamnya Kapal Ponton Pengangkut Kontainer bermuatan CPO milik PT Julong di desa Tebing raya Kecamatan Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – Wakil Bupati Sintang, Melkianus menggelar peninjauan ke lokasi karamnya Kapal Ponton pengangkut Kontainer berisi CPO PT Julong hingga tumpah di Desa Tebing Raya Kecamatan Sintang melalui Jalur Sungai Melawi.

Peninjauan kelapangan didampingi langsung Kapolres Sintang, AKBP. Tommy Ferdian dan Ketua Komisi D berserta Anggotanya serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kasatpol PP Sintang, Jumat, 23/9/2022.

Kedatangan Rombongan disambut baik pihak Perusahaan PT Julong dan mengarahkan untuk melihat langsung lokasi dimana kapal Ponton Pengangkut Kontainer berisi CPO Tersebut karam sehingga mencemari sungai Melawi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil bupati juga menyempatkan diri untuk mendengarkan penjelasan dari pihak PT Julong terkait dengan peristiwa yang terjadi hingga pada proses penanggulangan dilapangan serta respon penanggulangan masyarakat yang terdampak.

Dalam pertemuan tersebut pihak perusahaan PT Julong yang diwakili langsung Arya menjelaskan bahwa kronologis tumpahnya CPO Ke sungai Melawi berawal pada saat pihak penjual sudah menyadari lambung kapal sebelah mengalami kemiringan pada saat loding minyak dan diberitahukan kepada pihak pembeli namun pembeli bersikeras tidak ada masalah dengan tongkang dan meminta kepada pihak penjual tetap menyelesaikan loading minyak hari itu juga.

Pihak PT Julong menjelaskan Kronologis karamnya Kapal Ponton pengangkut Kontainer berisi CPO di sungai Melawi hingga proses Penanggulangan masyarakat terdampak dan langkah-langkah Pemulihan linkungan kepada Wakil Bupati Sintang dan DPRD Sintang

masih dalam proses pengisian, sekitar pukul 19. 45 posisi Lambung kapal tongkang miring ke arah luar dermaga dan kontainer langsung berjatuhan ke sungai.
untuk melokalisir tumpahan CPO ke sungai serta keamanan arus lalu lintas Air pihak PT Julong langsung melakukan respon cepat penanganan.
Arya mengaku bahwa pihaknya cepat tanggap dalam melakukan penanggulangan termasuk penangan terhadap Desa yang terdampak dengan Tumpahan CPO.
“Terkait dengan masalah ini kami sudah datang langsung bertemu dengan para kepala Desa dan tokoh masyarakat yang terdampak dan meminta maaf serta kami menyampaikan siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut, “jelasnya.

Dalam proses evakuasi Kontainer yang hanyut, lanjut Arya, kami juga melibatkan masyarakat bahkan sampai pengutipan CPO yang tumpah di lanting milik masyarakat dan memberikan imbalan langsung bagi masyarakat yang ikut mengutip.

selain itu Lanjut Arya, kami juga membuka posko pengaduan bagi masyarakat di desa – Desa yang terdampak langsung sampai akhir september dan kami juga meningkatkan perbaikan sarana dan prasarana air bersih milik masyarakat serta memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak hingga pada perbaikan lanting masyarakat yang mengalami kerusakan. “jelas Arya.
Arya juga mengatakan bahwa pihak perusahaan akan bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan dari tumpahan CPO ke sungai Melawi tersebut.
” hingga saat ini kami masih terus melakukan pembersihan dititik-titik yang masih ada tumpahan, termasuk inventarisir masyarakat yang terdampak dan memberikan kompensasi terhadap kerugian yang di alami masyarakat, ” pungkas Arya.

Sementara, Wakil Bupati Sintang, Melkianus mengatakan bahwa dari hasil pemaparan yang disampaikan oleh pihak perusahaan terkait dengan penanganan hingga sampai pada inventarisir masyarakat yang terdampak sudah maksimal.
“Tadi juga kita sudah melihat sendiri, kalau kondisi pinggiran sungai sudah bersih akan tetapi tentu masih ada sisa-sisa minyak yang harus dibersihkan. dan dari kasat mata yang kita lihat semua sudah dilaksanakan pihak perusahaan bekerja sama dengan melibatkan masyarakat setempat, “Ucapnya

Melki juga menghimbau kepada pihak perusahaan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut agar mengambil langkah konkrit untuk meminimalisir pencemaran lingkungan yang terjadi sungai Melawi hingga mengambil langkah-langkah pemulihan lingkungan, ” pungkasnya.

sementara, Ketua Komisi D DPRD Sintang, Zulherman mengatakan bahwa dari hasil penjelasan terkait dengan penanggulangan yang dilakukan pihak perusahaan terhadap peristiwa yang terjadi sudah cukup bagus. ” Terhadap masyarakat yang terdampak dengan tumpahan CPO tersebut, kita meminta pihak perusahaan agar memperhatikan dengan segera menanganinya dengan baik, ” harap Zulherman.

Terkait apakah Komisi D DPRD Sintang memanggil pihak perusahaan terhadap kejadian tersebut, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan anggotanya.
“Intinya, yang lebih penting adalah kita minta pihak perusahaan bertanggung jawab kepada masyarakat yang terdampak. serta bertanggung jawab terhadap pencemaran lingkungan yang terjadi di sungai Melawi, ” pungkasnya.

Sementara, Kapolres Sintang, AKBP Tommy Ferdian mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum bisa memutuskan apakah dalam peristiwa tumpahnya CPO ke sungai Melawi tersebut ada unsur tindak Pidana atau tidak karena hingga saat ini pihaknya masih dalam proses pemeriksaan antara penjual dan pembeli.
“terkait dengan ada tidaknya tindak Pidana, kita belum bisa sampaikan karena saat ini masih dalam proses pemeriksaan antara pihak pembeli dan pihak penjual, nanti akan kita sampaikan hasil kesimpulannya kepada kawan-kawan media jika sudah selesai pemeriksaan, ” ucap Kapolres.

Untuk Dugaan adanya pelanggaran tindak Pidana, Lanjut Tommy, kita akan selalu berusaha mengedepankan asas praduga tak bersalah, namun kita akan melihat dampak yang diakibatkan dari kejadian tersebut.
“Untuk masalah sampel air yang sudah diambil, kita menuggu hasil pemeriksaan laboratorium dari instansi terkait, karena mereka yang berkompeten dalam menyimpulkannya. jadi kita tunggu saja kesimpulan hasilnya dari Dinas lingkungan hidup, ” ucap Tommy.