LINTASKAPUAS I SINTANG – Keterwakilan Perempuan didalam dunia politik hingga saat ini masih rendah. oleh sebab itu, perlu promosi lebih gencar karena sudah menjadi kebutuhan agar mampu melahirkan perlindungan terhadap hak – hak perempuan.
hal tersebut disampaikan langsung oleh salah satu calon Legislatif(Caleg) dari partai Nasdem dapil pemilihan Sintang 3 , Yulia Rosmawati kepada Lintaskapuas, kamis(5/10).
Yulia mengatakan keterwakilan perempuan dalam proses pengambilan keputusan publik di Kabupaten Sintang masih rendah.
padahal Perempuan dan laki-laki saat ini merupakan dua kategori politik utama karena keduanya sangat dibutuhkan dalam mencapai demokrasi yabg lebih baik, ” katanya.
menurutnya, kepentingan dan orientasi politik perempuan tidak dapat dipandang atau seharusnya memang tidak dipandang sepadan dengan kepentingan dan orientasi politik laki-laki.
saya katakan demikian karena perhatian politisi perempuan lebih dominan pada bidang social dan kesejahteraan, perlindungan lingkungan, perlucutan senjata, kebijakan kesetaraan, pendidikan dan kesehatan. Sementara perhatian politisi laki-laki lebih besar pada bidang ekonomi, transportasi, isu-isu energy, keamanan nasional, industry dan luar negeri, “jelas Yulia.
Sehingga, lanjut keterlibatan perempuan dalam demokrasi sangat penting agar mampu mendorong perubahan sosial, menuju civil society yang mandiri dan bermatrabat.
“Adalah suatu inefisiensi jika proses pembangunan tidak melibatkan perempuan, karena satu kelompok yang justru lebih besar yaitu perempuanakan menjadi beban pembangunan.
Ia juga menyampaikan bahwa Kondisi perempuan diyakini dapat berubah kearah yang lebih baik jika banyak perempuan bergabung dalam organisasi-organisasi ataupun partai-partai politik.
“Selama ini, upaya untuk pemberdayaan perempuan sudah dilakukan. namun belum maksimal karena selama ini hanya dipersepsikan sebatas pemberdayaan ekonomi dan kesehatan ibu dan anak, memberikan pelatihan ketrampilan dan memproduksi barang hasil pekerjaan tangan perempuan untuk dipasarkan.
Sementara aspek pendidikan politik perempuan sangat kurang menjadi perhatian institusi pemerintah. berkaca dari kondisi inilah mendorong saya ikut terlibat dalam dunia politik, saya ingin menegakkan Kesetaraan Gender dan mendorong hak-hak kepentingan perempuan dan anak, “pungkas Yulia.










